Ekonomi

Kondisi Ekonomi Indonesia Memburuk, Ferry Irwandi Pertanyakan Apakah MBG dan KMP Tetap Harus Dilanjutkan?

Oleh: Katarina Erlita
Aktivis sekaligus Konten Kreator, Ferry Irwandi. (Sumber: youtube.com/@ferryirwandi)

AYOJAKARTA.COM - Ekonomi Indonesia tengah menghadapi tantangan berat di tengah tahun 2026 ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia pada Mei 2026 anjlok sebesar 5,73 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Penurunan ini terutama dipicu oleh pelemahan kinerja ekspor nonmigas yang mengalami kontraksi cukup dalam.

Di saat yang sama, nilai impor justru melonjak drastis hingga 22,16 persen pada periode tersebut.

Kondisi ini menyebabkan Indonesia mencatatkan defisit neraca perdagangan sebesar US$ 1,61 miliar.

Ini merupakan catatan defisit pertama yang dialami Indonesia sejak enam tahun terakhir.

Sektor-sektor vital seperti pertanian, kehutanan, dan perikanan bahkan mencatat penurunan ekspor hingga 20,43 persen.

Berbagai indikator makroekonomi ini menunjukkan adanya tekanan besar pada stabilitas ekonomi nasional saat ini.

Melihat situasi tersebut, aktivis sekaligus konten kreator Ferry Irwandi memberikan kritik tajam melalui media sosial Threads pada Rabu, 1 Juli 2026.

Ia menyoroti akumulasi masalah ekonomi mulai dari kurs rupiah yang melemah hingga sulitnya mencari lapangan kerja formal.

Ferry Irwandi secara terbuka mempertanyakan urgensi kelanjutan program unggulan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP).

"Ekspor kita jeblok, impor meningkat, suku bunga tinggi, kurs melemah, IHSG volatil, lapangan kerja formal semakin sulit dan sekarang neraca perdagangan kita defisit," tulis Ferry Irwandi.

Ia kemudian melontarkan pertanyaan krusial mengenai kebijakan fiskal pemerintah.

"Masihkah kita mempertahankan pengelolaan MBG dan KMP dengan kondisi eksternal dan internal seperti ini?" lanjutnya dalam unggahan tersebut.

Ferry juga mengaku bingung dengan konsep kemandirian ekonomi yang dicanangkan pemerintah di tengah kondisi defisit ini.

Kritik Ferry Irwandi tersebut langsung memicu reaksi luas dari para netizen di media sosial.

Banyak warga digital yang menyatakan keraguan serupa terhadap efektivitas dan transparansi program-program pemerintah.

Salah satu netizen menyindir sikap otoritas keuangan dengan menulis, "Pak Purbaya pasti akan bilang, masih aman, kan saya menteri keuangannya".

Netizen lain bahkan melayangkan tuduhan bahwa program tersebut merupakan kepentingan politik jangka panjang.

"2 proyek korup itu akan mati-matian dipertahankan karena itulah lumbung suara Prabowo di 2029," tulis seorang warganet.

Sorotan khusus juga diarahkan kepada KMP yang dinilai memerlukan pemeriksaan ketat oleh lembaga terkait.

"Bukan cuma MBG yang parah, KMP lebih-lebih. Pelatihan KMP aja berapa duit itu, perlu diaudit," ungkap salah satu netizen dalam kolom komentar.

Kondisi ekonomi yang tidak menentu serta APBN yang masih defisit membuat publik semakin mendesak adanya evaluasi total terhadap kebijakan belanja negara.***

Reporter Katarina Erlita
Editor Katarina Erlita