Ekonomi

Info Khusus Penerima BPNT: Keterangan SP2D Sudah Terisi dan Tidak Lama Lagi Akan Cair

Oleh: Anisha Mulyati Inayah Kamis 26 Sep 2024, 15:03 WIB
Hal ini tentu menjadi kabar bahagia bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT. Pasalnya, yang ditunggu-tunggu sebentar lagi akan final.

AYOJAKARTA.COM - Penerima bantuan sosial (bansos) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) patut berbahagia saat ini karena bantuan tersebut tidak lama lagi akan cair.

Ya, status pencairan BPNT di Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) ternyata sudah berubah lagi.

Berdarasarkan informasi yang dihimpun dari salah satu pemilik akun operator desa atau akun pendamping sosial, status pencairan BPNT sudah selangkah lebih maju dari sebelumnya.

Jika beberapa hari lalu status pencairan masih dalam proses pengecekan atau verifikasi data, maka saat ini keterangannya sudah berbeda.

Hal ini tentu menjadi kabar bahagia bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT. Pasalnya, yang ditunggu-tunggu sebentar lagi akan final.

Dilansir Ayojakarta.com dari kanal YouTube Diary Bansos pada Kamis, 26 September 2024, Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) di SIKS-NG ternyata sudah terisi.

Baca Juga: SELAMAT! Status Pencairan BPNT September-Oktober 2024 di SIKS-NG Sudah Terupdate Lagi

Artinya, para KPM tinggal menunggu beberapa langkah lagi agar bantuan BPNT sebesar Rp400.000 bisa masuk ke rekening Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS).

Jika status SP2D dinyatakan selesai, selanjutnya tinggal menunggu status di SIKS-NG menjadi SPM kemudian tinggal menunggu pencairan.

Status Pencairan Bansos Program Keluarga Harapan (PKH)

Berbeda dengan BPNT, status pencairan PKH justru masih belum menunjukkan kemajuan. KPM bansos ini tampaknya masih harus lebih bersabar.

Jika SP2D BPNT sudah terisi, PKH justru masih 'macet' di proses verifikasi data KPM.

Baca Juga: Video Skandal Guru dan Siswi Gorontalo Tersebar, Modus Pelaku Berikan Iming-iming hingga Akui Suka Sama Suka

Meskipun begitu, semua bansos sudah dipastikan akan cair. Hanya saja, jadwal pencairan belum bisa diketahui secara pasti.

TAGS:
Reporter Anisha Mulyati Inayah
Editor Aris Abdulsalam