Ekonomi

Bansos Tambahan Gizi untuk Keluarga Rawan Stunting Dilanjutkan Pencairannya, Mulai Kapan?

Oleh: Nadya Donna Putri
Pencairan bantuan tambahan gizi untuk keluarga rawan stunting, yang sempat terhenti, kini telah dilanjutkan.

AYOJAKARTA.COM – Di Indonesia, banyak bentuk bantuan sosial (bansos) yang tersedia, baik dalam bentuk uang tunai maupun non-tunai.

Salah satu jenis bansos yang berbentuk barang adalah bantuan tambahan gizi untuk keluarga rawan stunting.

Kabar baiknya, pencairan bantuan tambahan gizi untuk keluarga rawan stunting, yang sempat terhenti, kini telah dilanjutkan.

Kapan pencairan bansos tambahan gizi ini dimulai kembali?

Bantuan ini ditujukan untuk keluarga rawan stunting yang tercatat dalam data BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional), dengan sasaran 1,4 juta keluarga di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Ingin Jadi Prioritas Penerima Bansos PKH 2024? Ini Dia Cara Daftar dan Syarat Terbarunya!

“Bantuan untuk tambahan gizi bagi keluarga rawan stunting yang tercatat di data BKKBN, dengan sasaran 1,4 juta KRS tersebar di seluruh Indonesia,” ujar pemilik saluran YouTube DIARY BANSOS, yang juga tenaga penyalur bantuan.

Bantuan sosial ini mencakup paket yang terdiri dari daging ayam dan telur ayam.

“Mereka akan mendapatkan bantuan berupa daging ayam dengan kuantitas kurang lebih 1 kg plus telur sebanyak 10 butir,” jelasnya.

Sebenarnya, alokasi bantuan tambahan gizi ini untuk periode Januari hingga Juni 2024.

Namun, karena terjadi keterlambatan dan penghentian distribusi, bantuan ini baru dapat dicairkan kembali pada bulan September.

Baca Juga: Proses Peralihan Metode Salur Bansos dari PT Pos Indonesia ke KKS Bank Himbara Masih Berlanjut, Ini yang Perlu Diketahui KPM

“Proses penyalurannya untuk 6 bulan mulai Januari hingga Juni 2024. Namun karena terkendala stock barang, maka penyalurannya agak lambat dan baru dicairkan beberapa hari ini,” tambahnya.

Jika telah menerima 2 paket, berarti masih ada 4 paket yang harus diterima. Sedangkan jika telah menerima 3 paket, maka masih kurang 3 paket lagi.***

Reporter Nadya Donna Putri
Editor Tedi Rukmana