AYOJAKARTA.COM -- Bulan Mei 2025 menjadi momentum penting dalam penyaluran berbagai bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat hingga daerah.
Dengan fokus utama pada penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia yang ditargetkan tercapai pada periode 2024-2025.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf telah mengumumkan bahwa Mei menjadi bulan kick-off penyaluran bantuan secara serentak, yang meliputi pendampingan penyaluran, monitoring, serta penanganan pengaduan baik online maupun offline.
Bantuan sosial yang disalurkan terbagi menjadi dua sumber anggaran utama, yaitu bantuan dari APBN yang bersifat nasional seperti:
- Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako, Program Atensi, Program Indonesia Pintar (PIP), Jaminan Kesehatan Nasional (JKN-KIS), Bantuan Beras 10 kg, dan BLT BBM; serta
- bantuan sosial dari APBD yang dikelola oleh pemerintah daerah seperti BPJS PBI APBD dan berbagai bantuan khusus seperti di DKI Jakarta berupa Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) yang merupakan bagian dari program Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD).
Salah satu program bantuan sosial yang menarik perhatian adalah penyaluran bantuan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, yang diluncurkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp12,923 miliar untuk program perlindungan sosial yang mencakup warga kurang mampu, kelompok rentan, dan penyandang disabilitas di kabupaten tersebut.
Penyaluran bantuan di Bondowoso terbagi dalam tiga kategori utama, yaitu:
- Program Keluarga Harapan (PKH) Plus bagi lansia rentan dengan jumlah penerima mencapai 1.818 orang dan total bantuan Rp3,636 miliar yang disalurkan dalam empat tahap masing-masing Rp500.000;
- bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) untuk 115 penerima dengan total Rp1,4 miliar yang juga disalurkan dalam empat tahap dengan pencairan pertama sebesar Rp900.000 per penerima; serta
Baca Juga: Bantuan KJP Plus Sudah Disalurkan, Kapan KJMU Cair? Simak Informasi dari Disdik DKI Jakarta
- bantuan kemiskinan ekstrem yang menyasar 5.862 penerima dengan nominal Rp1,5 juta per orang yang disalurkan satu kali dalam setahun dengan total anggaran Rp8,793 miliar.
Selain program di Jawa Timur, pemerintah juga menyalurkan beberapa bantuan sosial lainnya pada bulan Mei 2025.
Program Indonesia Pintar (PIP) yang ditujukan untuk membantu siswa dari keluarga kurang mampu dalam mendapatkan akses pendidikan mulai disalurkan dengan besaran bantuan bervariasi sesuai jenjang pendidikan.
Yaitu hingga Rp450.000 untuk siswa SD, hingga Rp750.000 untuk siswa SMP, dan hingga Rp1,8 juta untuk siswa SMA/SMK, dengan jadwal pencairan terbagi dalam tiga tahap (Februari-April, Mei-September, dan Oktober-Desember 2025).
Di DKI Jakarta, pemerintah provinsi menyalurkan bantuan Pemenuhan Kebutuhan Dasar (PKD) tahap ketiga sebesar Rp300.000 per bulan, yang merupakan kelanjutan dari tahap pertama (periode Januari-Maret 2025 yang dicairkan sekaligus) dan tahap kedua.
Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menegaskan bahwa dana bantuan sosial untuk Kartu Lansia Jakarta (KLJ), Kartu Anak Jakarta (KAJ), dan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ) akan cair setiap bulan mulai April 2025.
Semua bantuan sosial ini dirancang sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk mengurangi kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memberikan perlindungan sosial kepada kelompok rentan.***