Ekonomi

KEJUTAN! Status Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2024 Tahap 1 Hari Ini Siap Cair, Undangan Kantor Pos Sudah Terima?

Oleh: Riky Iskandar Rabu 17 Jan 2024, 20:36 WIB
KEJUTAN! Status Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2024 Tahap 1 Hari Ini Siap Cair, Undangan Kantor Pos Sudah Terima?

AYOJAKARTA.COM -- Kejutan untuk kamu penerima bansos karena informasi terbaru diketahui bahwa status pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Tahap 1 sudah berubah.

Status pencairan PKH dan BPNT 2024 tahap 1 ini terlihat pada aplikasi SIKS-NG yang hanya bisa diakses oleh pihak tertentu saja.

Kamu yang menjadi penerima bansos PKH dan BPNT 2024 tahap 1 harus mengetahui informasi terbaru status pencairan bansos ini agar bersiap untuk mencairkan dana.

Baca Juga: ALHAMDULILLAH Cek Segera KKS Merah Putih Anda Bansos PKH Tahap 1 Cair Double, Ada Perubahan Skema Pencairan?

Dikutip channel YouTube Diary Bansos, status bantuan PKH tahap pertama tahun 2024 di SIKS-NG hari ini tanggal 17 Januari tahun 2024 berubah.

Para pendamping sosial ketika mengecek status bansos para keluarga penerima manfaat yang ada di SIKS-NG ada perubahan dan periode salur. Khususnya untuk bantuan PKH yang dicairkan lewat kartu KKS.

Pertama kali terupdate, muncul periode salur untuk bantuan BPNT per tanggal 14 Januari tahun 2024. Bansos yang dicairkan lewat kartu KKS periode salurnya terupdate 2 bulan yaitu Januari-Februari.

Kemungkinan besar bansos yang diterima para KPM BPNT sebesar Rp400.000, adalah bansos yang dicairkan lewat kartu KKS.

Kemudian di tanggal 14 Januari tahun 2024 untuk yang dicairkan lewat PT Pos Indonesia, bantuan BPNT juga terupdate di SIKS-NG periode salurnya per 3 bulan, yakni Januari, Februari, Maret 2024. Selain itu, kemungkinan besar nanti KPM yang dicairkan lewat PT Pos Indonesia akan mendapatkan bantuan BPNT sebesar Rp600.000.

Baca Juga: SELAMAT! KPM Bansos PKH dan BPNT Ini Beruntung Pencairan Tahap 1 2024 Cair Berlipat-lipat, Apakah Anda Termasuk?

Selang sehari berikutnya yaitu di tanggal 15 Januari tahun 2024, giliran bansos PKH yang terupdate di SIKS-NG untuk yang dicairkankan lewat PT Pos Indonesia. ada perubahan periode salur untuk 3 bulan yaitu Januari, Februari, Maret 2024.

Sementara yang dicairkan lewat kartu KKS, terupdate periode salurnya untuk 3 bulan juga yaitu Januari, Februari, Maret 2024.

Pada awal tahun 2024 ini, tepatnya di tahap pertama bantuan PKH yang dicairkan lewat kartu KKS, akan kembali ke skema awal yaitu per 3 bulan sekali yaitu untuk alokasi Januari,Februari, Maret 2024.

Maka bisa disimpulkan nominal bantuan yang didapatkan para KPM tentu lebih banyak dibanding tahap terakhir di tahun 2023.

Sementara itu, pada tanggal 16 Januari dan tanggal 17 Januari, untuk Bansos BPNT yang dicairkan lewat pos maupun kartu KKS masih belum ada perubahan statusnya.

Baca Juga: Kabar Gembira! Bansos PKH Tahap 1 Bulan Januari 2024 Cair Lebih Banyak, Berikut Kategori KPM yang Berhak Menerimanya

Saat ini status bansos BPNT masih muncul periode salurnya saja yaitu untuk alokasi Januari-Februari yang lewat kartu KKS dan Januari Maret yang lewat PT Pos Indonesia.

Diperkirakan saat ini masih masuk dalam proses penyiapan data dan juga mungkin masuk ke proses verifikasi rekenin.

Untukk hari ini di tanggal 17 Januari 2024, untuk status bansos PKH tahap pertama tahun 2024 lewat PT Pos Indonesia juga tidak ada perubahan lagi.

Saat ini, periode salurnya masih sama Januari, Maret 2024 dan keterangan SP2D keterangan rekening atau burkol itu masih kosong.

Sementara untuk bantuan PKH tahap pertama tahun 2024 yang dicairkan lewat kartu KKS, ada perubahan periode salur tersebut hilang jadi tidak muncul lagi.

Baca Juga: Update Bansos PKH dan BPNT: Jadwal PKH Tahap 1 Langsung Cair 3 Bulan, Ada Perubahan Aturan Penyaluran Dana

Namun melalui akun SIKS-NG supervisor yang ada di dinas sosial kabupaten/kota, masih tetap muncul untuk alokasi Januari Maret tahun 2024 dan prosesnya masuk ke proses verifikasi rekening.

Diperkirakan sebentar lagi bantuan sosial PKH dan BPNT 2024 Tahap 1 akan cair dan diterima oleh para keluarga penerima manfaat.

Reporter Riky Iskandar
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil