AYOJAKARTA.COM -- Keseriusan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memang sudah terbukti di Indonesia.
Bukan hanya dukungan BRI terhadap program prioritas pemerintah (Asta Cita), seperti bantuan permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR), namun juga pemberdayaan UMKM lewat pelatihan juga berdampak besar.
Salah satu pelaku UMKM yang merasakan langsung dampak baik dari BRI adalah Beny Ramdani Sofara.
Pemilik sekaligus pendiri Blankenheim ini menilai eksistensi BRI mempermudahnya dalam mewujudkan cita-cita sebagai pebisnis.
"Pelatihan yang paling terasa dampaknya dari BRI yaitu kita sempat ikutan digitalisasi yang lumayan oke. Selain itu diberikan kesempatan untuk bertemu target pasar yang langsung dengan calon buyers," buka Beny kepada ayojakarta.com, 21 Februari 2025.
Diakui Beny, dua pelatihan dari BRI itu sangat terasa dampaknya hingga saat ini, sampai kemudian dirinya bisa membuka toko Blankenheim di Kota Bandung.
Pasalnya, sering kali pelaku UMKM kebingungan apa yang harus dilakukan setelah memiliki produk. Apa yang mesti dioptimalkan agar populer? Kepada siapa harus bertemu agar viral?
Adapun BRI yang kerap menyelenggarakan pameran UMKM menjadi solusi atas keresahan wirausahawan.
Lewat pameran seperti BRI UMKM EXPO(RT) 2025, Beny dan para pegiat UMKM lainnya jadi punya wadah untuk bertemu langsung calon pembeli, baik dari dalam ataupun luar negeri.
Baca Juga: Mitos atau Fakta Kesehatan: Golongan Darah Memengaruhi Daya Tahan Tubuh?
"Karena kan sebenarnya tantangan kita adalah punya produk, jualnya bagaimana? Nah, BRI itu buka akses entah itu lewat pameran atau business matching," tuturnya.
Blankenheim yang memproduksi barang-barang berbahan kulit memiliki slogan "Herren-Outfit" yang berarti berfokus pada pembuat sepatu, tas, dan aksesoris untuk pria.
Kendati produk-produk jualannya dibanderol dengan harga lumayan, kisaran jutaan rupiah, namun berkat branding yang cakap Blankenheim bisa memiliki pelanggan tetap.
Selain itu, Beny pun menjunjung tinggi kualitas produk dengan konsisten memakai bahan kulit lokal. Proses pembuatan barang-barang pun dilakukan secara handmade.