Ekonomi

Apa Penyebab IHSG Anjlok hingga 6 Persen? Ternyata Ini Faktor-faktor Pemicunya

Oleh: Asti Aureli Septania Selasa 18 Mar 2025, 20:21 WIB
IHSG Anjlok

AYOJAKARTA.COM - Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga lebih dari 6 persen pada 18 Maret 2025 mengejutkan banyak investor dan pelaku pasar.

Penurunan yang signifikan ini tidak hanya mencerminkan kondisi pasar saham domestik, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan internal yang kompleks.

Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 18 Maret 2025 disebabkan oleh berbagai faktor baik dari dalam negeri maupun global.

Berikut adalah beberapa penyebab utama yang mengakibatkan IHSG mengalami penurunan tajam hingga lebih dari 6%, bahkan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt):

Baca Juga: Simpang Siur, Sri Mulyani dan Airlangga Hartarto Diisukan Mundur dan Kena Reshuffle Setelah Lebaran, Benarkah?

1. Ketegangan Geopolitik Global

Meningkatnya ketegangan geopolitik, terutama terkait dengan konflik yang berkepanjangan di Ukraina dan kebijakan luar negeri Rusia, menciptakan ketidakpastian di pasar global. Hal ini membuat investor cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

2. Isu Mundurnya Menteri Keuangan

Rumor mengenai kemungkinan mundurnya Menteri Keuangan Sri Mulyani juga menambah gejolak di pasar. Ketidakpastian mengenai kepemimpinan dalam kebijakan fiskal dapat mempengaruhi kepercayaan investor.

Baca Juga: Mulai 1 April Pelanggaran Pajak STNK Kendaraan Berisiko Dimiskinkan, Warganet Bersiap untuk Galang Class Action!

3. Penurunan Penerimaan Pajak dan Defisit Anggaran

Penerimaan negara yang turun signifikan, mencapai penurunan hingga 30% pada awal tahun 2025, berkontribusi pada defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Hal ini menciptakan kekhawatiran tentang keberlanjutan fiskal dan potensi lonjakan utang.

4. Aksi Jual Besar-Besaran oleh Investor

Terjadi aksi jual besar-besaran (sell-off) di kalangan investor, terutama trader yang menggunakan margin. Ketika IHSG turun, banyak trader terpaksa melakukan likuidasi aset untuk memenuhi margin call, yang semakin memperburuk tekanan jual di pasar.

5. Sentimen Ekonomi Domestik yang Lesu

Perlambatan ekonomi domestik dan ketidakpastian regulasi juga menjadi faktor pendorong penurunan IHSG.

Data menunjukkan bahwa aktivitas bisnis melemah, yang tercermin dari turunnya penerimaan pajak dan pengeluaran rumah tangga.

Dengan kombinasi faktor-faktor ini, IHSG mengalami penurunan tajam, menciptakan ketidakpastian di pasar modal Indonesia dan memicu perhatian besar dari para investor. ***

Reporter Asti Aureli Septania
Editor Desi Kris