Ekonomi

Konsekuensi Buruk Pinjol yang Belum Terselesaikan, Ancaman Generasi Muda di Masa Depan

Oleh: Karseno AJ Kamis 14 Sep 2023, 13:25 WIB
Ilustrasi konsekuensi buruk pinjol.

AYOJAKARTA.COM – Mudahnya persyaratan yang diberikan, membuat kelas pekerja muda Indonesia menghadapi kepungan pinjaman online alias pinjol.

Gaya serta sikap konsumtif, menjadikan pinjol disikapi kaum muda pekerja Indonesia sebagai bagian dari kebutuhan.

Akibat besarnya perbedaan jumlah pendapatan dengan nilai hutang pinjol, masa depan kaum muda ikut mengalami ancaman.

Minimnya pemahaman tentang pinjol tidak jarang ikut menyeret kaum intelektual muda terjebak dalam siklus hutang.

Baca Juga: Benarkah Batas Waktu DC Pinjol Menagih Hanya Boleh Maksimal 90 Hari dan Selebihnya Hangus?

Pinjaman yang dilakukan secara digital baik sedikit atau besar, terlebih jika belum dibayar akan tetap terekam dan tercatat pada catatan keuangan seseorang.

Terlebih karena penggunaan pinjol di kalangan muda lebih didominasi untuk tujuan gaya hidup dan mengikuti perilaku konsumtif.

Selain itu, tidak sedikit pula pelaku pinjol yang justru mempergunakan uang pinjamannya untuk melakukan judi online.

Adanya siklus serta perilaku keuangan tidak sehat di kalangan muda, merupakan persoalan yang perlu segera dilakukan penanganan.

Baca Juga: Gen Z Wajib Tahu! Berikut Daftar Pinjol Ilegal 2023, Awas Data Pribadi Kesebar

Terkait dengan kian meningkatnya angka pengguna pinjol di kalangan muda, Ade Alawi yang merupakan Anggota Dewan Redaksi Media Group memberi tanggapan.

Menurut Ade, di era digital seperti saat ini, pinjaman online memang merupakan sebuah keniscayaan atau sesuatu yang sukar ditolak.

Karenanya, Ade beranggapan penting bagi kaum muda Indonesia pada rentang usia 18 hingga 34 tahun memahami seluk-beluk dan tujuan pinjol.

Dengan adanya pemahaman yang menyeluruh tentang pinjol, maka kebiasaan besar pasak daripada tiang akan berkurang.

Baca Juga: 6 Kebiasaan Anak Muda yang Bikin Boncos hingga Terjerat Pinjol

Minimnya kesadaran tersebut, menurut Ade merupakan salah satu penyebab banyaknya kaum muda yang kemudian terjebak.

Meningkatnya kesadaran dan pemahaman masyarakat, khususnya kaum muda mengenai dampak jangka panjang pinjol menjadi hal urgen.

Kemudahan mengakses Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK yang sebelumnya bernama BI Checking, menurut Ade perlu diperhatikan.

“Harus tahu konsekuensinya, karena data OJK menyebut banyak anak muda yang terhambat untuk KPR akibat pinjol,” terang Ade, dikutip dari siaran MetroTV pada Kamis, 14 September 2023.

Baca Juga: Ini Dia Beberapa Solusi untuk Melunasi Utang Pribadi atau Pinjol, Generasi Muda Yuk Simak Dulu!

Bagi pelaku pinjol, selain Kredit Pemilikan Rumah atau KPR yang berpotensi terganggu, peluang mendapat pekerjaan juga berpotensi menipis.

Sebab tidak sedikit perusahaan yang saat ini menjadikan SLIK sebagai salah satu penilaian bagi calon pekerja.

“Sekarang sudah banyak perusahaan mendeteksi seperti apa karakter pelamar kerja dengan memeriksa BI Checking-nya,” imbuh Ade.

Besarnya potensi ancaman yang mengintai kaum muda terkait dampak pinjol, menurut Ade harus segera dijadikan sebagai prioritas.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana