AYOJAKARTA.COM – Meski pandemi COVID-19 di banyak negara telah mereda, masyarakat dunia kini dihantui oleh Pemutusan Hubungan Kerja atau PHK.
Indeks Kepercayaan Industri yang terus melandai, disinyalir sebagai salah satu faktor utama yang kemudian mendorong terjadinya badai PHK.
Disparitas antara persediaan dengan permintaan yang tidak sejalan, membuat sejumlah perusahaan baik nasional dan dunia mem-PHK para pekerjanya.
Kondisi yang sama juga dialami oleh Walt Disney Co. yang merupakan induk dari majalah kenamaan Majalah National Geographics.
Baca Juga: Hari Kartini, Ini Profil Penulis Habis Gelap Terbitlah Terang
Majalah National Geographic atau NatGeo merupakan majalah yang sudah memiliki usia satu abad lebih yang terbit perdana pada tahun 1888.
Majalah NatGeo menjadi salah satu majalah bulanan yang memperkenalkan ilmu pengetahuan alam kepada para penggemarnya.
Pada tahun 2023 ini, ribuan staf pekerja yang berada di sejumlah divisi terpaksa mengalami pemangkasan besar-besaran.
Imbas dari penurunan daya beli masyarakat mambuat National Geographic harus memberhentikan staf Penulis terakhirnya pada Rabu, 28 Juni 2023 lalu.
Baca Juga: Penulis Novel Terkenal Era Tahun 2000-an
Sebanyak 19 orang Penulis NatGeo mengalami pemecatan sebagai akibat dari cuitan dan laporan yang dilakukan editor.
Terkait dengan pemecatan tersebut, Craig A Welch salah satu penulis senior di majalah NatGeo sempat memberikan tanggapan.
Menurut Craig, ia merupakan sosok yang beruntung karena bisa bekerjasama dengan jurnalis yang luar biasa.
“Saya sangat beruntung bekerja dengan jurnalis yang luar biasa dan menceritakan kisah global yang penting, ini suatu kehormatan,” tulis Craig, dikutip dari laman Enterpreneur, Jumat, 30 Juni 2023.
Baca Juga: Trending Konten Sedekah Wirda Mansur, Penulis Kalis Mardiasih Kritisi Poin Ini
Selain Craig, Nina Strochlic yang merupakan Penulis dan Ediotr juga menyampaikan perihal pemecatan yang terjadi.
“Ini adalah perjalanan yang epik @NatGeo, rekan-rekan dan saya sangat beruntung menjadi staf Penulis kelas terakhir,” tulis Nina.
Pemecatan para staf Penulis majalah NatGeo yang terjadi baru-baru ini merupakan pemecatan putaran kedua.
Pemecatan yang terjadi sebagai akibat dari adanya pemotongan biaya yang dilakukan oleh perusahaan induk, Walt Disney Co.
Baca Juga: Penulis Skrip Horor Chucky Tewas Bunuh Diri
Sebelumnya, pada September tahun 2015 silam perubahan editorial juga terjadi dimana 6 orang editor teratas ikut dipecat.
Selain penulis, PHK juga berpengaruh kepada sejumlah fotografer yang ikut berperan memberi kontribusi dalam visualisasi.
Sehubungan dengan pemecatan staf terakhir Penulis di majalah NatGeo, kebijakan baru akan ditempuh.
NatGeo akan mempekerjakan penulis lepas untuk mengumpulkan beragam isu dengan editor yang masih tersisa.
Meski demikian, NatGeo memberi pernyataan kepada CNN bahwa pihaknya menjamin tidak akan mempengaruhi kualitas publikasi.***