Ekonomi

Bansos PKH dan BPNT Tahap I Metode Salur Via PT Pos Indonesia Sudah Mulai Disalurkan, Jangan Kaget Jika Mengalami Ini

Oleh: Karseno AJ Sabtu 22 Feb 2025, 05:50 WIB
Setelah menyapa KPM PKH dan BPNT metode salur kartu KKS, kabar gembira kini dialami oleh penerima bansos melalui PT Pos Indonesia.

AYOJAKARTA.COM – Setelah menyapa KPM PKH dan BPNT metode salur kartu KKS, kabar gembira kini dialami oleh penerima bansos melalui PT Pos Indonesia.

Sebagaimana dengan pemilik kartu KKS, jumlah nominal yang akan diterima oleh setiap KPM PKH dan BPNT juga disesuaikan dengan komponen bantuan.

Adapun jumlah nominal bansos PKH dan BPNT yang disalurkan kepada para KPM melalui PT Pos Indonesia, umumnya berkisar sebesar Rp600,000.

Jumlah bantuan senilai Rp600,000, merupakan hasil akumulasi total bantuan periode salur tahap I atau Januari-Maret atau Rp200,000 setiap bulan.

Namun demikian, tidak sedikit KPM bansos PKH dan BPNT metode salur PT Pos Indonesia yang mengalami perbedaan penerimaan jumlah bantuan dengan periode sebelumnya.

Baca Juga: PT Pos Siapkan Undangan Pencairan, Penyaluran Bansos Ditargetkan Rampung Sebelum Ramadhan

Meski tidak mengalami perbedaan komponen dengan periode sebelumnya, hal tersebut sempat mendapat berbagai tanggapan.

Terkait dengan adanya perubahan jumlah nominal bantuan yang diterima oleh sejumlah KPM, terdapat beberapa hal yang ditengarai menjadi penyebab.

Penyebab pertama berkurangnya jumlah nominal bantuan dari periode sebelumnya, bisa jadi karena merupakan dampak transisi dari DTKS menjadi DTSE.

Sebagaimana sudah dijelaskan oleh Saefullah Yusuf selaku Menteri Sosial, DTSE merupakan standar baku yang akan dijadikan acuan pada tahun 2025.

Dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, DTSE merupakan hasil pemutakhiran dari DTKS, P3KE, BKKBN serta melibatkan Badan Pusat Statistik.

Baca Juga: JUMAT BERKAH! Bansos BPNT Tahap 1 2025 Cair di KKS Bank BRI, KPM Sudah Bisa Cek Saldo Secara Berkala

Disamping karena dampak transisi DTKS ke DTSE, penurunan jumlah nominal bansos yang diterima KPM metode salur PT Pos Indonesia juga dapat terjadi karena ketimpangan data.

Sebagai akibat adanya ketimpangan data yang kurang sesuai, hal tersebut berpotensi mendatangkan dampak pada jumlah komponen KPM.

Dugaan tersebut juga dapat diketahui melalui aplikasi Cek Bansos yang hingga saat ini masih menunjukkan status lawas atau periode salur November-Desember 2024.

Meski di aplikasi Cek Bansos belum terjadi perubahan status, namun faktanya sejumlah KPM sudah memperoleh Surat Undangan pencairan oleh PT Pos Indonesia.

Perbedaan antara aplikasi Cek Bansos dengan terbitnya surat undangan, mengindikasikan masih berlangsungnya proses penyesuaian sistem.

Baca Juga: Jelang Ramadhan Pencairan Bansos Disesuaikan, Gus Ipul Sebut Target Graduasi ke Program Pemberdayaan Capai 3,3 Juta Keluarga

Selain itu, beberapa KPM BPNT Murni juga bersyukur karena pada pencairan bansos tahap I statusnya sudah termasuk sebagai PKH Murni.

Sehingga jumlah bantuan yang diterima menjadi lebih besar dari penerimaan bansos di periode sebelumnya.

Meski masih ada kendala, pemerintah memastikan para KPM yang sudah memiliki By Name By Address atau BNBA akan memperoleh bansos PKH serta BPNT.***

Reporter Karseno AJ
Editor Tedi Rukmana