AYOJAKARTA.COM - Menjelang Ramadhan, pemerintah melalui Menteri Sosial Saifullah Yusuf telah mengumumkan penyesuaian dalam pencairan bantuan sosial (bansos) seiring dengan evaluasi dan validasi data penerima.
Jumlah penerima bansos mengalami penurunan dari angka sebelumnya 903 menjadi sekitar 857, menandakan adanya efisiensi dan penajaman kriteria sesuai ketentuan dari PPS.
Dalam rangka memastikan bantuan tepat sasaran, penerima bansos kini harus memenuhi sejumlah indikator yang telah ditetapkan.
Proses verifikasi ini juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengajukan keberatan melalui jalur partisipasi di aplikasi resmi.
Para pemohon wajib melampirkan dokumen pendukung seperti foto rumah dan data pendukung lainnya agar usulan atau sanggahan mereka dapat diproses secara transparan.
Pemerintah juga mengumumkan bahwa untuk kelompok penerima bansos, akan dilakukan evaluasi secara berkala.
Bagi kelompok lansia dan penyandang disabilitas, bantuan sosial akan tetap diberikan sebagai bagian dari perlindungan seumur hidup.
Sementara itu, bagi penerima usia produktif dengan fungsi sosial yang utuh, mereka akan didorong untuk pindah ke program pemberdayaan.
Evaluasi ini dilakukan setiap lima tahun dengan target agar lebih dari 3,3 juta keluarga dapat "graduasi" ke program yang lebih produktif, sehingga meningkatkan kemandirian mereka.
Penyempurnaan sistem ini merupakan upaya untuk mendorong perubahan dari penerima pasif menjadi keluarga yang berdaya dan mandiri.
"Kita tidak ingin ada keluarga yang terus menerus bergantung pada bantuan, melainkan kita dorong untuk berpindah ke program pemberdayaan setelah masa perlindungan maksimal lima tahun," ungkap Gus Ipul kepada awak media di Kantor Kementerian Sosial (18/2).
Sementara itu, pencairan bansos untuk triwulan pertama telah mencapai sekitar 90 persen dan hampir tuntas, meskipun data yang digunakan masih berdasarkan validasi lama.
Pemerintah berencana menggunakan data terbaru untuk triwulan kedua guna memastikan bahwa bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran.
“Kita sudah salurkan sudah 90% per hari ini. Sudah hampir tuntas untuk triwulan pertama,” ujarnya dikutip dari kanal YouTube Official iNews, Jumat (21/2).
Gus Ipul memastikan penyaluran bansos pada Triwulan kedua di tahun 2025 sudah mengacu pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Sementara untuk penyaluran bansos triwulan pertama ini masih menggunakan data lama yakni Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Baca Juga: iPhone SE 4 Rilis Lebih Dulu di Indonesia daripada iPhone 16? Intip Bocoran Spesifikasinya
Langkah penyesuaian ini diharapkan dapat menyempurnakan mekanisme distribusi bansos, serta meningkatkan efektivitas program sosial dalam jangka panjang.
Selanjutnya agar mampu mendukung terciptanya masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya saing.***

Share this article
Jumlah penerima bantuan sosial mengalami penurunan dari angka sebelumnya 903 kini menjadi sekitar 857 KPM.