Ekonomi

Waduh! BSI Bisa Digugat Ramai-ramai Oleh Para Nasabah Buntut Data yang Bocor ke Dark Web

Oleh: Awit Wiarni Rabu 17 Mei 2023, 11:10 WIB
BSI di retas hacker

AYOJAKARTA.COM – Masalah error yang terjadi pada BSI semakin runyam dengan bocornya 15 juta informasi nasabahnya yang dicuri.

Masalah yang sedang dihadapi oleh BSI diduga merupakan serangan siber dengan nama Ransomware yang merupakan salah satu jenis malware.

Akibat dugaan serangan Ransomware, sistem di BSI tidak bisa bekerja selama beberapa hari mulai dari mobile banking, ATM, hingga Kantor Cabang.

Baca Juga: AWAS! Ada 24 Larangan Penerima KJP Plus, Patuhi Agar Kartu Jakarta Pintar Tak Dicabut

Berdasarkan kabar yang beredar data-data milik para nasabah telah bocor ke dark web karena gagalnya negosiasi antara BSI dengan kelompok Ransomware.

Ransomware bekerja dengan membuat data menjadi kode yang tidak bisa dibaca oleh komputer. Pada kasus ini peretas menggunakan mata uang kripto, enkripsi, dan The Onion Router (TOR) atau jalur komunikasi anonim untuk menyebarkan data sensitif korban ke publik.

Diduga Ransomware disebarkan melalui spam email, berkas unduhan, dan situs web yang tidak aman. Setelah Ransomware masuk ke sistem maka akan mengenkripsi semua data penting.

Dilansir AyoJakarta.com dari akun Twitter @PartaiSocmed (17/5/2023), nyatanya para nasabah bisa melakukan gugatan kepada pihak BSI.

Baca Juga: 3 Tips Percaya Diri Bagi Introvert, Ngomong Depan Umum? Siapa Takut!

Hal ini dapat dilakukan karena BSI dinilai tidak bisa menjaga data pribadi milik nasabah. Selain itu juga seharusnya BSI melakukan pemberitahuan kepada nasabah mengenai informasi terbaru tentang masalah yang sedang terjadi.

“Jika info ini benar nasabah BSI bisa menggugat ramai-ramai @bankbsi_id karena selain gagal melindungi data pribadi kalian juga tidak menjalankan perintah UU Perlindungan Data Pribadi untuk menyampaikan pemberitahuan 3 x 24 jam,” ketik @PartaiSocmed.

Ada sejumlah cara yang dapat digunakan untuk meminimalisir serangan Ransomware, diantaranya:

- Lakukan backup data-data penting

- Batasi akses drive yang digunakan bersama apalagi di dalamnya terdapat data krusial

- Jangan sembarangan download file yang tidak diketahui keamanannya

- Update perangkat lunak secara berkala. Hal ini dilakukan untuk melindungi sistem dari bug

- Penambahan celah keamanan pada semua software dan hardware secara berkala.

Baca Juga: Bangga! Membawa Timnas Indonesia Raih Medali Emas Setelah 32 Tahun, Coach Indra Sjafri Tuai Pujian

Dilansir AyoJakarta.com dari akun Instagram @finfolkmoney (17/5/2023), Pakar Keamanan Siber dan Forensik Digital Alfons Tanujaya menyampaikan bahwa Ransomware menjadi salah satu ancaman yang sangat berbahaya.

Terlebih tidak ada sistem keamanan yang benar-benar bisa mengamankan sistem dari serangan Ransomware.

“Tidak ada satupun produk security yang mampu mengamankan sistem 100% serangan Ransomware karena banyak Ransomware canggih yang dijalankan secara manual oleh operator yang sangat berpengalaman mencari kelemahan sistem yang diincarnya,” ujar Alfons Tanujaya.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Jinan Vania Barizky