AYOJAKARTA.COM – KRL yang merupakan salah satu transportasi tumpuan di Jabodetabek karena harga terjangkau akan mengalami kenaikan tarif KRL.
Kenaikan tarif KRL akan dilakukan karena adanya peningkatan subsidi PSO atau Public Service Obligation yang sudah menjadi alasan wajar perubahan harga ini.
Tidak hanya alasan itu saja ada juga dampak dari inflasi dan adanya peningkatan komponen-komponen untuk biaya operasional yang diperlukan kemudian berpengaruh terhadap kenaikan tarif KRL.
Akibatnya terjadi kontra produktif yang masih terus berlangsung karena hal-hal itu semua menjadikan subsidi PSO terus bertambah.
Ternyata tarif KRL yang berlaku saat ini adalah tarif hitung-hitungan dari tahun 2015 silam yang sudah tidak relevan.
Hal ini diketahui dari pernyataan Mohamad Risal Wasal sebagai Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub.
“Ini dilakukan agar tidak memberatkan masyarakat dan tidak terlalu membebankan anggaran PSO. Tarif KRL hari ini adalah hasil hitung-hitungan pada 2015, tentu sudah tidak relevan dengan hitungan hari ini,” ujar Mohamad Risal Wasal, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Narasi Newsroom pada Jumat, 16 Desember 2022.
Namun kenaikan tarif KRL tidak akan terjadi hingga akhir 2022. Masyarakat masih bisa tenang menggunakan tarif lama sampai akhir tahun.
Pemerintah sudah menyiapkan regulasi dalam bentuk Peraturan Menteri tentang rencana kenaikan tarif KRL.
Kebijakan kenaikan tarif KRL akan diberlakukan pada tahun 2023 mendatang. Hingga saat ini besaran perubahan tarifnya masih belum bisa diketahui.
Baca Juga: 6 Trik Agar Dapat Tempat Duduk di KRL saat Jam Sibuk
Dari kabar kenaikan tarif KRL ini maka timbul pertanyaan dari para pengguna KRL tentang apakah KRL akan tetap menjadi transportasi dengan harga terjangkau.
Pada awal tahun 2022 silam sempat terdapat simulasi kenaikan KRL yang pernah dibuat dan dipaparkan oleh Kementerian Perhubungan.
Pada simulasi tersebut tarif KRL adalah 5000 rupiah untuk 25 km pertama dan bertambah 1000 rupiah setiap pertambahan 10 km selanjutnya.
Diperkirakan kenaikan tarif KRL 2023 nanti tidak akan berbeda jauh dengan simulasi ini. Awalnya perubahan tarif ini akan berlaku pada April 2022.
Namun karena berbagai pertimbangan maka kenaikan tarif tersebut dibatalkan. Setiap bulannya pengguna KRL cenderung mengalami peningkatan.
Menurut data dari Badan Pusat Statistik jumlah penumpang KRL pada bulan Oktober 2022 hampir mencapai 22 juta orang.
Baca Juga: Terjadi Dua Kasus Berturut-turut, KAI Tegaskan Siap-siap Pelaku Pelecehan di KRL Berhadapan Hukum
Pemerintah sempat mengeluarkan subsidi untuk tarif KRL mencapai hingga 80 persen pada saat pandemi yaitu tahun 2020 dan 2021.
Anne Purba sebagai VP Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia menyampaikan hal tersebut.
“Kalau kita lihat kalau volume penumpangnya sedikit seperti masa pandemi, subsidi yang diberikan pemerintah itu bisa 80 persen. 20 persennya dibayarkan oleh pengguna jasa commuter line,” ujar Anne.
Adanya subsidi tersebut karena ada berbagai kebijakan yang berpengaruh diantaranya adalah peraturan untuk jaga jarak dan pembatasan jumlah penumpang sedangkan jumlah perjalanan KRL tidak boleh dikurangi.***