Ekonomi

Waduh, Jelang Nataru Harga Telur Naik Hingga Rp32.000 per Kilogram!

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Rabu 07 Des 2022, 12:18 WIB
Waduh, Jelang Nataru Harga Telur Naik Hingga Rp32.000 per Kilogram!

AYOJAKARTA.COM - Beredar informasi harga telur naik di pasaran hingga kini Rp32.000 per kilogramnya.

Terjadinya peristiwa harga telur naik dikarenakan tingginya permintaan tanpa disertai persediaan yang memadai.

Dalam mengatasi masalah harga telur naik ini, Badan Pertanahan Nasional (BPN) tengah menyiapkan aturan yang meningkatkan produksi telur di Indonesia.

Baca Juga: Masakan untuk Bekal Anak Sekolah, Nasi Sosis Telur Jepang, Simpel dan Dijamin Enak

Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube BN CHANNEL, menjelangnya Natal dan Tahun Baru menjadi pemicu kenaikan harga telur dan kenaikan harga produksi.

Terutama pada harga jagung pakan sehingga tata kelola jagung harus diperkuat.

Badan Pertanahan Nasional (BPN) menyiapkan sejumlah solusi untuk meredam harga telur ayam yang naik ini.

Baca Juga: Ular Piton 7 Meter Di perutnya Ada 100 Butir Telur, Ditangkap, Dibunuh dan Dijual warga, Warganet Komentar Ini

Salah satunya yakni operasi pasar yang menjual komoditas pangan dengan harga terjangkau.

Para peternak layer dan pedagang telur, diminta oleh BPN untuk membeli dan menjual telur ayam dengan harga sesuai acuan penjualan dan sesuai peraturan BPN nomor 5 tahun 2022.

Yaitu Rp22 ribu hingga RP 24 ribu per kilogramnya di tingkat produsen atau peternak, dan Rp27 ribu per kilogram untuk tingkat konsumen.

Baca Juga: Bermimpi Melihat Telur Ketika Tidur. Pertanda Apakah? Simak dari kacamata Primbon, Psikologi dan Tafsir

Sementara di Pasar Patra, Jakarta Barat mengungkapkan harga telur ayam rata-rata naik Rp4 ribu per kilogram.

Sebelumnya Rp28 ribu per kilogram menjadi Rp 32 ribu per kilogram.

Adanya kenaikan ini dipicu karena terbatas nya telur dan imbas kenaikan harga BBM yang saat ini masih terasa.

Baca Juga: Harga Telur Ayam Naik, Segini Harganya Sekarang

"Ya, untuk harga telur sekarang naik ya, yang dari tadinya Rp28 ribu menjadi Rp32 ribu, dan untuk yang super kecil-kecil tadinya Rp30 ribu menjadi Rp34 ribu," ujar salah satu pedagang telur, Seri.

"Jadi selisih harganya itu kurang lebih Rp4 ribu," sambungnya.

Pedagang telur menyebut faktor kenaikan harga telur ini bisa jadi karena dari agen mahal, serta kenaikan harga BBM dan pangan.

Baca Juga: Kuburan Bansos Presiden di Depok, Ada 3,4 Ton Beras, Sagu dan Telur Dipendam

"Mungkin dari agennya juga udah mahal, terus pengaruhnya karena cuaca, BBM naik, terus pangannya juga naik," jelas Seri

Pedagang telur mengaku kenaikan harga ini mempengaruhi omset yang didapatkan dari penjualan mereka yang juga ikut berkurang.

"Ya, mempengaruhi omset, berkurang untuk penjualannya," tutur Seri.

Sehingga karena kenaikan harga telur ini membuat penjualan dan omset pedagang menurun.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Desi Kris