Gadget

iPhone 15 Pro Biasa Saja? Fanboy Apple: Android User Gak Ngerti Ekosistem!

Oleh: Fina Salsabila Aura Kamis 02 Jan 2025, 17:15 WIB
Berbicara tentang kemampuan kamera, iPhone 15 Pro menghadirkan performa yang terbilang standar untuk kelas flagship.

AYOJAKARTA.COM - Setelah menggunakan iPhone 15 Pro selama lebih dari tinga minggu sebagai daily driver, terungkap berbagai insight menarik tentang performa perangkat flagship Apple ini.

Meski menggunakan material premium berupa titanium, perbedaannya dengan aluminium frame tidak terlalu signifikan dalam penggunaan sehari-hari.

Desainnya yang compact menawarkan ergonomi yang nyaman untuk penggunaan satu tangan.

Sementara layarnya memamerkan kualitas display yang superior dengan tingkat kecerahan tinggi, bahkan melampaui flagship Android, meski dengan catatan akan otomatis meredup saat suhu meningkat.

Dynamic Island yang mencolok masih menjadi elemen yang cukup mengganggu, namun kualitas speakernya tetap menjadi benchmark yang belum terkalahkan di kelasnya.

Dalam hal performa, chipset A17 Pro yang digunakan memang menawarkan kemampuan gaming yang mumpuni untuk game mobile populer.

Baca Juga: iPhone 16 Series Ternyata Sudah Bisa Pre-Order mulai 20 Desember 2024, Apakah Legal?

Seperti PUBG Mobile dan Mobile Legends dengan frame stabil di 60fps, bahkan 120fps untuk seri iPhone 15 Pro.

Namun, janji untuk menjalankan game triple A seperti Resident Evil 4 Remake masih belum optimal dengan performa yang terbatas di 30fps dan tidak stabil.

Interface iOS tetap menjadi kekuatan dengan pengalaman yang smooth dan responsif, didukung kemampuan multitasking yang superior.

Menariknya, untuk pengguna yang fokus pada fotografi dan videografi, varian 128GB mungkin terasa terbatas.

Baca Juga: 10 HP RAM 8GB Harga Miring, Spesifikasi Gahar dengan Budget Minimalis

Sehingga solusi praktis adalah mengombinasikannya dengan external SSD portable seperti Kingston XS2000 2TB yang mendukung Thunderbolt untuk transfer data cepat.

Berbicara tentang kemampuan kamera, iPhone 15 Pro menghadirkan performa yang terbilang standar untuk kelas flagship.

Meski masih menghasilkan foto dan video berkualitas baik, keunggulannya tidak lagi semencolok dulu dibandingkan dengan flasghip Android, terutama dari produsen Tiongkok seperti OPPO dan Vivo.

Satu-satunya keunggulan yang masih dipertahankan adalah kemampuan perpindahan lensa yang mulus saat merekam video.

Fitur ProRes yang menghasilkan footage berkualitas tinggi dengan fleksibilitas dalam color grading, merupakan sesuatu yang masih menjadi benchmark dalam industri mobile videografi.

Aspek yang cukup mengkhawatirkan adalah performa baterai jangka panjang.

Baca Juga: Bukan Soal Uang! Ternyata Ini Alasan Apple Lebih Suka Berinvestasi di Vietnam daripada di Indonesia

Dengan penurunan health battery mencapai 10% dalam setahun penggunaan (turun ke 89% dengan sekitar 400 cycle count).

Perangkat ini menunjukkan tanda-tanda yang mengkhawatirkan untuk sustainability jangka yang sangat panjang.

Screen on time yang hanya bertahan 4-5 jam dalam penggunaan normal, ditambah waktu pengisian yang relatif lama (sekitar 1,5 jam) menjadikan aspek ini sebagai pertimbangan serius bagi calon pembeli.

Kondisi ini mengindikasikan bahwa iPhone 15 Pro mungkin hanya optimal untuk siklus penggunaan 2 tahun sebelum performa baterainya mulai mengganggu produktivitas pengguna sehari-hari.

Seperti yang sudah diduga, fanboy Apple langsung menyerang dan membanjiri kolom komentar dengan pembelaan emosional tanpa data, mulai dari klasik "Android penuh virus", "iPhone for ecosystem", hingga sindiran "tidak mampu beli".

Baca Juga: KJP Plus Tahun 2025 Cair Kapan? Intip 3 Syarat agar Kembali Menjadi Penerima Program Kartu Jakarta Pintar

Reaksi khas yang selalu muncul ketika review objektif mengungkap kelemahan produk Apple.

Membuktikan bahwa fanatisme buta terhadap brand masih kuat di era digital ini dimana orang lebih memilih membela brand favoritnya dibanding menerima fakta dan data yang ada.

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Aris Abdulsalam