AYOJAKARTA.COM - Meskipun Moto G35 hadir dengan berbagai fitur menarik, smartphone ini memiliki beberapa kekurangan signifikan di sektor performa.
Chipset Unisoc T769 yang digunakan tergolong entry level dan kurang mumpuni untuk gaming berat, terbukti dengan ketidakmampuannya menjalankan Genshin Impact pada setting tinggi.
Tidak adanya fitur game booster juga menjadi keterbatasan serius bagi pengguna yang gemar bermain game mobile.
RAM 4GB yang ditawarkan terbilang minimal untuk standar 2025, mengingat sekitar 11GB storage sudah terpakai untuk sistem yang bisa berdampak pada kelancaran multitasking dan performa aplikasi berat.
Dari segi layar, meskipun sudah menggunakan panel IPS dengan refresh rate 120Hz dan resolusi Full HD+.
Penggunaan teknologi IPS membuat kualitas warna dan kontras kurang maksimal dibandingkan panel AMOLED yang sudah banyak ditawarkan kompetitor di kisaran harga sama.
Baca Juga: Cocok untuk Liburan Sekolah dan Nataru! The Nice Playland Pagedangan, Taman Hiburan Anak Terbaru
Tingkat kecerahan 1000 nits yang diklaim masih bisa kurang optimal saat digunakan di bawah sinar matahari langsung.
Sudut pandang yang berubah saat layar dimiringkan menunjukkan keterbatasan teknologi panel yang digunakan.
Sistem pengisian daya menjadi salah satu kelemahan utama Moto G35.
Meski dibekali baterai berkapasitas 5000mAh, kecepatan charging yang hanya 18W tergolong lambat untuk standar 2025.
Baca Juga: Libur Nataru Wajib ke sini! Taman Herbal Insani Depok, Destinasi Wisata Keluarga Harga Terjangkau
Hal ini membuat Moto G35 membutuhkan waktu sekitar 60 menit hanya untuk mengisi daya hingga 50%.
Ketiadaan fitur wireless charging dan reverse wireless charging semakin membatasi fleksibilitas pengisian daya.
Dukungan software yang hanya menjanjikan 1 tahun update major dan 2 tahun patch keamanan juga terbilang minimal.
Mengingat beberapa kompetitor sudah menawarkan dukungan update hingga 3-4 tahun.
Dari segi harga, Moto G35 diperkirakan akan dijual sekitar Rp1,9 juta di Indonesia, mengacu pada harga peluncuran di India.
Meski tergolong kompetitif, posisi harga ini menempatkan Moto G35 bersaing langsung dengan berbagai smartphone entry level dari brand China yang sudah mapan di pasar Indonesia.
Yang banyak menawarkan spesifikasi lebih menarik seperti panel AMOLED, charging lebih cepat, atau chipset gaming yang lebih powerfull.
Baca Juga: Bantuan PKH 2025 Tembus Rp10,8 Juta per KPM! Cek Apakah Kamu Termasuk Kategori Penerima?
Tanpa diferensiasi yang jelas dan brand awareness yang sudah lama memudar di Indonesia, Motorola mungkin perlu strategi pemasaran yang lebih agresif.
Selain itu, possibly penyesuaian harga yang lebih kompeyiyif untuk dapat bersaing efektif di segmen entry level yang sangat ketat.