Gadget

Duel ROG G701 Rp65 Juta vs ROG Strix SCAR 16 Rp80 Juta: Evolusi 8 Tahun Laptop Gaming yang Mencengangkan

Oleh: Fina Salsabila Aura Jumat 13 Jun 2025, 07:14 WIB
Duel ROG G701 Rp65 Juta vs ROG Strix SCAR 16 Rp80 Juta: Evolusi 8 Tahun Laptop Gaming yang Mencengangkan

AYOJAKARTA.COM - Asus ROG G701 yang diluncurkan pada tahun 2017 merupakan laptop gaming flagship dengan tagline "dirancang untuk kecepatan ultimate" dan dibanderol dengan harga fantastis Rp65 juta, menjadikannya hanya dapat dijangkau oleh kalangan sultan.

Laptop ini mengusung teknologi terbaik ROG di masanya dengan spesifikasi serba mentok, menggunakan prosesor Intel Core i7-7820HK quad-core dengan 8 thread, fabrikasi 14nm, dan GPU GTX 1080 Mobile dengan VRAM 8GB GDDR5X.

Konfigurasi ini dilengkapi dengan RAM DDR4 dan layar 4K 60Hz yang pada saat itu masih dianggap revolusioner untuk laptop gaming.

Delapan tahun kemudian, ROG Strix SCAR 16 G635LX hadir sebagai penerus dengan harga Rp80 jutaan (naik sekitar 20% dari pendahulunya), namun menawarkan peningkatan performa yang luar biasa signifikan.

Baca Juga: Banjir Pencairan! Penyaluran Dana PKH-BPNT Membludak di Aceh dari Rp600 Ribu hingga Rp2 Juta

Laptop modern ini ditenagai oleh Intel Core Ultra 7 processor 275HX dengan 24 core dan 24 thread pada fabrikasi 3nm dari TSMC, dikombinasikan dengan GPU RTX 5090 yang memiliki VRAM 24GB GDDR7.

Spesifikasi ini dilengkapi dengan RAM DDR5 berkecepatan tinggi dan storage NVMe dengan kecepatan baca mencapai 12GB/s, jauh melampaui 3GB/s yang dimiliki pendahulunya.

Perbedaan performa antara kedua generasi laptop gaming ini benar-benar mencengangkan ketika diuji menggunakan berbagai benchmark standar industri.

Dalam pengujian Cinebench R20, ROG Strix SCAR 16 menunjukkan performa single-core yang dua kali lipat lebih kencang dibandingkan G701.

Sementara untuk performa multi-core, laptop modern ini unggul hingga 10 kali lipat atau naik 1000% dalam kurun waktu 8 tahun.

Ketika diuji menggunakan Blender BMW 27 untuk rendering, perbedaan ini semakin terasa nyata dimana Strix mampu menyelesaikan rendering hanya dalam 8 detik, sementara G701 membutuhkan lebih dari 1 menit untuk tugas yang sama.

Dari segi gaming, perbedaan performa juga sangat mencolok meski G701 masih mampu memberikan pengalaman gaming yang layak untuk standar masa kini.

Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Resmi Disalurkan! Ini Lima Jenis Bantuan Tambahan yang Bisa Diterima KPM di Pekan Kedua Bulan Juni

Dalam pengujian Shadow of the Tomb Raider pada resolusi 2.5K dengan setting tertinggi, G701 masih mampu menghasilkan 57 fps yang cukup playable, sementara Strix SCAR 16 dengan teknologi DLSS mampu mencapai 175 fps.

Untuk game yang lebih berat seperti Cyberpunk 2077, G701 menghasilkan 48 fps sementara laptop modern mencapai 100+ fps.

Namun, untuk game terbaru seperti Black Myth Wukong dengan setting cinematic, G701 sudah kewalahan dengan hanya 16 fps.

Sedangkan Strix masih bisa mencapai 51 fps, dan bahkan bisa ditingkatkan hingga 150+ fps dengan teknologi DLSS4 dan multiframe generation.

Yang paling mengesankan dari evolusi 8 tahun ini adalah bagaimana laptop modern mampu menampung performa yang jauh lebih tinggi dalam bentuk yang lebih kompak dan efisien.

Baca Juga: Nekat Bisa Berdampak Merusak! Ini Lima Hal yang Wajib Diperhatikan Sebelum Mengkonsumsi Obat atau Ramuan Herbal

ROG Strix SCAR 16 memiliki berat hanya 2,8 kg, 1 kg lebih ringan dari G701 yang mencapai 4 kg, namun menawarkan performa yang berkali-kali lipat lebih tinggi.

Desain modern ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur canggih seperti Anime Vision dengan LED yang dapat dikustomisasi, RGB strip di sekeliling body, dan trackpad yang lebih lebar meski body laptop lebih kecil.

Sistem pendinginan pun mengalami evolusi signifikan dengan teknologi Tri-Fan, Vapor Chamber, heat sink terbaru, dan liquid metal dari Thermal Grizzly yang membuat suhu CPU tetap stabil di 84°C dan GPU di 70°C saat gaming intensif.

Dari segi praktikalitas penggunaan, laptop modern jauh lebih user-friendly dengan fitur Toolless Access Design yang memungkinkan akses ke komponen internal tanpa obeng.

Charger yang lebih kompak meski memiliki daya yang sama (340 watt), dan dukungan charging USB-C untuk penggunaan ringan.

Baca Juga: CMB Siap-Siap! Pendaftaran SPMB Jatim 2025 Tahap 1 akan Dibuka, Ini Tanggal Pentingnya

Layar juga mengalami evolusi bijak dengan resolusi 2.5K yang seimbang antara ketajaman dan beban performa, refresh rate 240Hz untuk gaming kompetitif, dan panel Mini LED dengan brightness 540 nits serta color gamut 100% sRGB dan P3.

Evolusi ini menunjukkan bahwa dalam industri teknologi, dengan kenaikan harga yang relatif kecil (20%).

Konsumen bisa mendapatkan peningkatan performa hingga 200-1000% tergantung jenis aplikasi yang digunakan, sebuah fenomena unik yang berbanding terbalik dengan inflasi pada produk konvensional lainnya.***

Reporter Fina Salsabila Aura
Editor Jinan Vania Barizky