AYOJAKARTA.COM – Mengkonsumsi ramuan dari bahan maupun tumbuhan tertentu sebagai pilihan pengobatan atau Herbal bukan merupakan hal baru bagi masyarakat.
Selain Jamu dan Fitofarmaka, obat Herbal menurut para Farmakologi merupakan salah satu jenis pengobatan tradisional yang diakui oleh Kementerian Kesehatan.
Meski telah diakui sebagai salah satu cara dalam memperoleh kesembuhan, mengkonsumsi obat Herbal tidak dapat dilakukan secara sembarangan.
Disamping karena zat aktifnya dapat menyebabkan kontra indikasi, mengkonsumsi ramuan herbal secara sembarangan juga beresiko mengakibatkan komplikasi kesehatan.
Saat terjadi komplikasi, bagian tertentu dari tubuh yang perlu mendapatkan pengobatan akan meluas ke area lain sehingga semakin menyakitkan.
Untuk memastikan ramuan herbal yang dikonsumsi atau digunakan seseorang tidak membawa dampak merusak, pastikan lima saran berikut sudah dilakukan.
Saran pertama mencegah terjadinya gangguan kesehatan tubuh adalah berkonsultasi dengan Dokter sebelum mengkonsumsi ramuan herbal.
Baca Juga: Penyaluran BPNT dan PKH Tahap 2 Tahun 2025 Capai 95 Persen! KPM Dapat Bansos Tambahan Rp400.000
Bagi orang yang sedang menjalani pengobatan, mengkonsumsi ramuan herbal berpotensi membawa dampak memperlambat atau bahkan mengganggu proses penyembuhan.
Karena itu agar tidak terjadi kontra indikasi terhadap pengobatan yang sedang dilakukan, berkonsultasi dengan Dokter wajib dilakukan.
Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan sebelum mengkonsumsi ramuan herbal sebagai bagian dari proses pengobatan adalah memastikan kelayakan sumber.
Tidak sedikit ramuan herbal yang beredar di pasaran merupakan produk rumahan dan belum memiliki sertifikat dari Badan Pengawas Kesehatan.
Baca Juga: Merokok Sembarangan di Jakarta Bisa Kena Denda Rp250 Ribu! Ini Lokasi Larangannya
Untuk memastikan khasiat dan kegunaan saat digunakan, pastikan ramuan yang akan dikonsumsi telah memenuhi standar kesehatan.
Selain terdapat informasi resmi berupa Pembuat obat pada kemasan, standar kesehatan juga meliputi kandungan atau komposisi pada ramuan.
Saran ketiga yang wajib diperhatikan sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi ramuan herbal adalah dosis penggunaan.
Setiap jenis tanaman atau bagian dari tumbuhan yang digunakan sebagai ramuan herbal, memiliki zat aktif tertentu dan berdampak pada tubuh.
Baca Juga: CMB Siap-Siap! Pendaftaran SPMB Jatim 2025 Tahap 1 akan Dibuka, Ini Tanggal Pentingnya
Memastikan dosis atau takaran sehingga sesuai dengan kebutuhan, penting untuk menjaga keseimbangan dengan obat medis pemberian dokter. Ketepatan dosis dalam mengkonsumsi ramuan herbal dan obat medis akan mempercepat proses kesembuhan.
Saran kelima yang wajib diperhatikan sebelum memutuskan untuk mengkonsumsi ramuan herbal adalah dengan tidak mengkonsumsi secara berlebihan.
Setiap bagian dari tumbuhan atau tanaman herbal memiliki khasiat tertentu, namun juga dapat berakibat buruk jika dikonsumsi secara berlebihan.
Guna menghindari terjadinya dampak buruk, pastikan untuk tidak mengkonsumsi ramuan herbal dalam jumlah yang melebihi batas atau berlebihan. ***
Baca Juga: Terakhir Besok! Ambil PIN SPMB Jatim 2025: Belum Ada Ijazah? Langsung Download SKL di Link Ini

Share this article
Konsumsi herbal tak bisa sembarangan. Konsultasikan ke dokter, cek sumber, pastikan dosis, dan hindari konsumsi berlebihan demi aman.