Gadget

Dipandang Smartphone Mewah, Ternyata Deretan Alasan Ini Buat iPhone Jadi Incaran Masyarakat Indonesia

Oleh: Karseno AJ Kamis 06 Feb 2025, 15:50 WIB
Illustrasi. Dipandang Smartphone Mewah, Ternyata Deretan Alasan Ini Buat iPhone Jadi Incaran Masyarakat Indonesia

AYOJAKARTA.COM – Sejak pertama kali mulai diperkenalkan, kehadiran iPhone langsung mendapat sambutan yang cukup antusias dari masyarakat Indonesia.

Selain masyarakat pekerja profesional atau dari kalangan atas, antusiasme terhadap iPhone juga ditunjukkan oleh beragam lapisan yang memiliki sumber pendapatan terbatas.

Selain karena mengejar kualitas, tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap iPhone juga disebabkan oleh dorongan popularitas.

Baca Juga: 5 Tanda Aplikasi WhatsApp Sudah Disadap Orang Lain, Pastikan Menggunakan Fitur ini untuk Terbebas dari Peretas!

Untuk bisa melakukan swafoto di depan cermin dan mengejar pujian, tidak sedikit generasi muda yang rela menggadai identitas dan berswafoto untuk syarat pengajuan pinjaman.

Tingginya permintaan pengguna perangkat smartphone terhadap iPhone, juga merupakan indikasi adanya pergeseran dari fungsi utama ke status sosial atau Social Signaling.

Berdasarkan perspektif Social Signaling, perangkat iPhone yang digunakan oleh seseorang merupakan pesan atas eksistensi kelas sosialnya sebagai individu.

Semakin bernilai atau mutakhir perangkat iPhone yang digunakan, hal tersebut diharap menjadi penentu penerimaan di masyarakat.

iPhone oleh sebagian kalangan masyarakat Indonesia dianggap sebagai simbol stabilitas ekonomi, hingga kekuatan pribadi.

Tidak mengherankan apabila di sejumlah kelompok sosial, penggunaan perangkat iPhone sebagai barang bawaan menjadi suatu keharusan.

Baca Juga: Benarkah THR dan Gaji ke-13 PNS Akan Dihapus? Cek Jawaban dari Menpan RB

Selain karena menjadi Social Signaling, alasan lain yang membuat perangkat iPhone menjadi pilihan adalah adanya kecenderungan Fear of Missing Out atau FOMO.

Munculnya rasa ketakutan tidak dianggap oleh orang lain atau FOMO, seringkali menjadikan seseorang bertindak melebihi kemampuan dirinya.

Meski merupakan bagian dari karakter dasar manusia, dosis FOMO yang berlebihan justru banyak mendatangkan berbagai bencana dan kehancuran.

Selain bencana psikologis seperti rasa rendah diri dan depresi, dorongan atau insting yang muncul karena ketakutan tidak dianggap juga dapat membuat seseorang menjadi kalap.

Perasaan takut tertinggal hingga kompetisi dengan lingkungan sosial sekitar, seringkali membuat orang harus menyamakan status diri.

Selain terkesan atau terlihat seperti mengejar bayangan sendiri, kompetisi untuk terus bersaing demi gengsi juga membawa banyak dampak bagi kesehatan.

Baca Juga: PPG bagi Guru Tertentu Dalam Jabatan 2025 Segera Dibuka! Berikut Syarat dan Prediksi Jadwal Pendaftarannya

Penyebab ketiga yang membuat antusiasme sebagian masyarakat Indonesia masih bertahan adalah karena kemampuan Apple dalam melakukan branding.

Berbeda dengan perangkat smartphone lain, strategi iPhone dalam memperkenalkan varian pilihannya adalah dengan cara menyentuh kebutuhan dasar manusia.

Keluarga, hewan kesayangan hingga momen-momen penting dengan kerabat dekat atau pasangan yang menjadi kebutuhan dasar manusia selalu digunakan dalam pemasaran.

Kerap memberi penawaran untuk mengemas setiap kebutuhan dasar tiap individu dengan bingkai kemewahan, membuat iPhone banyak digandrungi pengguna. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Jinan Vania Barizky