AYOJAKARTA.COM – Perasaan marah, takut, stres, sedih merupakan jenis emosi negatif yang terkadang dialami individu saat menghadapi situasi tak terkendali.
Akibat kondisi tak biasa tersebut, otak memberikan respons berupa munculnya emosi negatif terhadap tubuh sebagai bentuk pertahanan diri.
Dalam lingkungan yang tak sehat secara mental, keberadaan emosi negatif yang dirasakan individu seringkali dianggap sebagai bentuk kelemahan sehingga tak sedikit individu yang akhirnya memilih diam atau meredam saat sedang mengalami tekanan emosi negatif dalam diri.
Akibat standar kurang sehat bagi mentalitas yang ditetapkan lingkungan sosial, hal tersebut juga berdampak pada perubahan perilaku dan kepribadian seseorang.
Baca Juga: Tips Psikologi: Tidur Ternyata Teknik untuk Melepas Emosi yang Membebani Pikiran dan Jiwa Kita Lho!
Perasaan rendah diri, tak berharga, marah, benci yang dialami akibat memendam emosi negatif banyak mewujud sebagai proyeksi atau dilampiaskan kepada orang lain.
Munculnya rasa marah, takut, sedih karena emosi negatif yang tak teregulasi dengan baik membuat individu melakukan pembalasan sebagai cara melepaskan.
Dalam jangka panjang, kebiasaan individu memendam emosi negatif akan sangat berdampak pada kualitas hubungan baik individual maupun sosial.
Karena setiap bentuk perasaan yang dimiliki setiap individu bersifat menular, penting bagi setiap orang meregulasi emosi negatif di dalam dirinya.
Baca Juga: 4 Cara Sederhana Untuk Melepas Stres, Penasaran? Yuk Cari Tahu di Sini
Terbebasnya seseorang dari belenggu emosi negatif dan menggantinya dengan emosi positif, kondisi tersebut akan berdampak selamat bagi orang-orang terdekat.
Adapun langkah sederhana yang dapat dilakukan setiap individu untuk menjadi lebih positif adalah dengan menerima emosi tanpa penyangkalan dan penolakan.
Penyangkalan dan penolakan yang datangnya dari pikiran seringkali dianggap jalan keluar meski sangat membahayakan keindahan jiwa seseorang.
Kendati tak terlihat mata, setiap rasa yang dialami setiap individu adalah nyata atau valid sehingga perlu disadari dan dikenali keberadaannya.
Baca Juga: Fakta Psikologi Kenapa Kamu Tak Bisa Melepas Seseorang dari Pikiran Lengkap Beserta Solusinya
Membiarkan emosi singgah dalam ruang perasaan tanpa menyangkal, mengutuk dan menghardik merupakan langkah selanjutnya untuk bisa melepas emosi negatif.
Untuk terlepas dari belenggu emosi negatif adalah dengan berusaha tetap fokus pada perasaan, bukan memberi kesempatan pikiran mengambil alih kendali diri.
Membiarkan pikiran bekerja secara lebih dalam kondisi perasaan yang tak terkendali, hanya akan melahirkan keputusan buruk dan menambah rangkaian masalah.
Meski berperan besar, pikiran atau perasaan serta seluruh produk yang mampu dihasilkan setiap individu bukanlah merupakan faktor paling esensial pada manusia.
Kebanyakan individu menjadi tak bahagia dengan hidupnya karena terlalu terikat pada permainan pikiran atau membiarkan dirinya dikendalikan emosi negatif.***