Gaya Hidup

5 Tanda Seseorang Sedang Dibohongi, Musuh Dalam Selimut yang Menyebabkan Sakit Hati dan Mental Berkabut

Oleh: Karseno AJ Rabu 09 Okt 2024, 14:18 WIB
Untuk menghindari potensi menjadi korban para pembohong atau penghianat, berikut adalah lima tanda yang perlu diketahui dan dipahami.

AYOJAKARTA.COM -- Dibohongi, dikhianati, atau diperlakukan tidak sesuai dengan sepantasnya merupakan salah satu kenyataan pahit yang dialami manusia dewasa.

Akibat pedihnya rasa sakit yang timbul karena merasa sudah dikhianati atau dibohongi, tidak jarang orang dewasa berharap bisa kembali menjadi anak kecil.

Perbedaan kontras antara harapan dengan kenyataan yang muncul karena telah dikhianati atau dibohongi, banyak membuat individu merasa kesulitan untuk menerima kenyataan.

Baca Juga: 4 Tanda Kamu Selalu Punya Pikiran Jernih yang Bikin Tidak Gampang Stres

Karena dampaknya yang besar di masa depan dan bisa mengubah seseorang, penting bagi setiap individu mempertajam intuisi atau mengenali tanda sedang dibohongi.

Dengan memiliki atau mengetahui kedua atribut penting tersebut, maka kesempatan orang lain untuk berusaha memanfaatkan akan semakin mengerucut.

Untuk menghindari potensi menjadi korban para pembohong atau penghianat, berikut adalah lima tanda yang perlu diketahui dan dipahami.

Baca Juga: Benalu dalam Setiap Hubungan, Inilah 7 Tanda Orang Saklek yang Sulit Berubah dan Menolak Perubahan

Tanda pertama yang sering dilakukan seorang pembohong saat menjalankan aksinya adalah kecenderungan mengubah muatan kata dan kalimat atau Distorsi Pronoun.

Bertujuan menghindari tanggung jawab, distorsi pronoun merupakan teknik manipulasi yang ditandai dengan kecenderungan menghindari kata ganti orang pertama seperti Saya.

Agar tidak terpusat hanya kepada satu individu, pembohong akan lebih senang memposisikan diri sebagai bagian dari suatu yang lebih besar atau komunal.

Baca Juga: Ketentuan Meterai PPPK 2024 dan Posisi Tanda Tangan: Pakai Elektronik atau Tempel? Begini Penjelasan BKN

Tanda selanjutnya yang cenderung dilakukan seorang pembohong adalah Pemilihan atau Penggunaan Bahasa yang Bersifat Umum.

Ketidak tegasan dalam pemilihan bahasa selain bertujuan menyamarkan kebenaran, juga dimaksudkan untuk memberi ruang untuk terus bermanuver dengan kebohongan.

Tanda ketiga yang sering dilakukan individu saat sedang berusaha membohongi orang lain adalah Pola Pengulangan Berlebihan.

Pengulangan yang dilakukan seorang pembohong selain dimaksudkan untuk memperkuat narasi, juga untuk menutupi kebohongan.

Tanda selanjutnya dari kebiasaan yang dilakukan seorang pembohong adalah adanya Kesesuaian Emosional yang Tidak Wajar.

Baca Juga: Tak Hanya Komputer! Ternyata Ini 5 Tanda HP Terkena Virus, Apa Saja?

Kecenderungan umum yang dilakukan seorang pembohong adalah kemampuan dalam mengendalikan ekspresi verbal atau pernyataan.

Meski demikian, kelemahan terbesar yang banyak dilakukan seorang pembohong adalah kegagalan dalam menyinkronkan elemen verbal dan emosional.

Dalam menyampaikan suatu pernyataan, seorang pembohong akan memperkuat pada aspek kalimat untuk menutupi kelemahan mereka dalam mengekspresikan emosi.

Baca Juga: Hati-hati! Ini 4 Tanda Kamu Sedang Berhadapan dengan Orang yang Narsis, Melelahkan!

Tanda selanjutnya dari individu yang sedang berbohong adalah adanya ketidak konsistenan dalam menyampaikan suatu narasi.

Banyak peneliti menemukan, seseorang yang merupakan pembohong akan cenderung tidak konsisten dan akan semakin menjadi rumit karena tekanan kognitif.

Untuk bisa menghindari tanggung jawab karena ketahuan tidak bersikap jujur, seorang pembohong akan lebih vokal atau lantang dalam menyampaikan argumentasi.***

Reporter Karseno AJ
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil