AYOJAKARTA.COM -- Menghadapi berbagai situasi yang tidak sejalan dengan harapan, tidak jarang seseorang mengalami benturan energi hingga tersulut emosi negatif seperti marah.
Emosi negatif seperti amarah yang tidak dituruti akan cenderung mengganjal di hati, karena itu banyak orang memilih melampiaskannya.
Membiarkan diri terbawa arus energi negatif seperti marah sepintas memang melegakan, meski pada akhirnya hanya membuahkan penyesalan.
Baca Juga: 8 Tanda Seseorang Menyembunyikan Depresi, Merasakan Emosi yang Lebih Dalam daripada Biasanya
Setiap emosi baik positif dan negatif dibutuhkan untuk mengelaborasi irama kehidupan, sehingga pencetus dan keberadaan serta dampaknya perlu dikenali dan dikendalikan.
Sebagai salah satu cara agar tidak selalu hidup dalam lingkaran penyesalan, berikut ini adalah cara mengendalikan emosi saat batasan ego merasa dipermainkan.
Cara pertama saat ego diselimuti dengan emosi adalah menarik nafas dengan dalam saat menghadapi situasi di luar diri yang tidak terkendali.
Mengatur ritme nafas saat emosi mulai membuat wajah terasa panas memang tidak mudah, karena itu tidak banyak orang bisa melakukannya.
Baca Juga: Punya Stabilitas Emosi yang Baik, Ini 5 Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Anak Ambivert
Cara kedua agar tidak menyesal karena menuruti emosi negatif seperti marah adalah dengan menghindari perdebatan.
Perdebatan merupakan kondisi dua orang atau lebih yang berada pada frekuensi energi berbeda, sehingga satu sama lain berusaha menarik ke level.
Karena itu, cara ketiga saat diri mulai dikuasai amarah adalah dengan mengalihkan fokus kepada hal lain.
Fokus pada pencetus atau penyebab masalah seringkali semakin membuat situasi semakin tidak terkendali, sehingga perlu jeda dan mengubah perspektif pada hal lain yang positif.
Cara keempat agar tidak terjebak pada amarah dan berujung pada penyesalan adalah dengan memahami pemicu emosi.
Memahami pencetus emosi merupakan langkah awal untuk melakukan antisipasi dan memberi jarak dari kemungkinan terpancing.
Berhenti bicara dan diam saat ego pribadi mulai terpancing dan amarah mulai dirasakan merupakan cara kelima untuk mengendalikan emosi negatif.
Setiap kali ego seseorang mulai mengalami perubahan luapan emosi, berhenti bicara atau diam merupakan respon paling aman untuk dilakukan.
Cara keenam untuk menghindari penyesalan karena kegagalan mengenali dan mengelola amarah adalah dengan melakukan meditasi ringan.
Sikap hidup meditatif merupakan cara untuk memahami dan menyadari keberadaan seseorang dalam sebuah situasi.
Agar tidak sibuk menuruti pikiran yang senantiasa berkecamuk, perilaku meditatif bisa dilatih dengan memandangi dan mengenali jenis-jenis aroma di sekitar.
Dengan senantiasa melatih kondisi kesadaran tersebut, maka suasana hati, perasaan dan pikiran bisa sepenuhnya hadir pada momen saat ini tanpa banyak distraksi.***