Gaya Hidup

Bersyukur Itu Baik, Tapi Mengapa Sulit Melakukannya? Ini Dia 7 Penghalang Rasa Syukur Menurut Psikologi

Oleh: Muhammad Imansyah
Ilustrasi penghalang rasa bersyukur

AYOJAKARTA.COM - Para ahli psikologi dunia telah menggembar-gemborkan manfaat rasa syukur selama bertahun-tahun, meyakinkan kita bahwa praktik sederhana ini dapat mengubah hidup kita.

Tetapi mengapa banyak dari kita yang kesulitan melakukannya? Dikutip dari Psychology Today, paling tidak ada 7 penghalang rasa syukur.

Apa itu Rasa Syukur?

Rasa syukur adalah keadaan bersyukur. Rasa syukur melibatkan pengenalan dan pengakuan atas hal-hal baik dalam hidup kita, yang mengarah pada rasa penghargaan.

Baca Juga: 6 Gaya Bicara Seseorang yang Bikin Benci dan Tak Disukai Orang Lain, Kamu Termasuk?

Rasa syukur mengalihkan fokus kita ke hal-hal positif dan sumber kebaikan di sekitar kita, yang sering kali melibatkan penghargaan atas kontribusi orang lain dan kejadian eksternal.

Rasa syukur adalah praktik tanpa pamrih yang menekankan dunia di luar diri kita.

Manfaat Bersyukur

Bersyukur memiliki banyak manfaat dalam berbagai aspek kehidupan:

Manfaat Fisik:

- Menurunkan tekanan darah

- Kualitas tidur yang lebih baik

- Mengurangi rasa sakit dan nyeri

Baca Juga: Ini Dia Top 8 Universitas yang Paling Sulit Ditembus, MIT Salah Satunya Tapi Bukan yang Pertama

- Sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat

Manfaat Psikologis:

- Meningkatnya optimisme

- Kebahagiaan yang lebih besar

- Peningkatan kewaspadaan

- Kepositifan secara keseluruhan

- Mengurangi frekuensi dan durasi episode depresi

Baca Juga: WhatsApp Makin Asyik! Ini 4 Fitur Baru Video Call, Bisa Pakai Filter yang Bikin Betah Ngobrol di WA

Manfaat Sosial:

- Perilaku yang lebih membantu dan murah hati

- Rasa kasih sayang yang lebih besar

- Peningkatan rasa memaafkan

- Mengurangi perasaan terisolasi dan kesepian

- Hubungan yang lebih baik

Dengan berfokus pada hal-hal positif, rasa syukur membantu orang menyadari apa yang mungkin terlewatkan dan mengurangi emosi negatif.

Rasa syukur memperbesar kesenangan hidup, merayakan kebaikan, dan meningkatkan kepositifan dan kepuasan.

Rasa syukur juga menyediakan sudut pandang yang melaluinya peristiwa-peristiwa negatif dalam hidup dapat ditafsirkan secara lebih positif, sehingga membatasi kecemasan, depresi, dan negativisme.

7 Tantangan Bersyukur

Meskipun bermanfaat, mempraktikkan rasa syukur dapat menjadi tantangan karena beberapa faktor:

1. Melemahkan Keinginan untuk Mengendalikan

Baca Juga: Kenapa Toko Online Sepi Melompong? Ini 5 Masalah Umum yang Menghancurkan Bisnismu!

- Rasa syukur bertentangan dengan kebutuhan kita untuk merasa mengendalikan lingkungan kita. Rasa syukur mengaitkan hasil dengan faktor eksternal, bukan tindakan kita sendiri.

2. Mengganggu Pembenaran Hasil

- Rasa syukur tidak mendorong pemahaman hasil positif sebagai sesuatu yang diperoleh atau pantas. Rasa syukur berfokus pada penghargaan atas pengaruh positif di sekitar kita.

3. Membatasi Rasa Pengendalian Diri

- Rasa syukur meminimalkan penilaian kita terhadap kendali, menerima bahwa hal baik dan buruk dapat terjadi pada siapa pun terlepas dari tindakan mereka.

4. Menekankan Dampak Peristiwa Eksternal

- Rasa syukur berfokus pada peran peristiwa eksternal dan kontribusi orang lain, yang dapat menantang keyakinan bahwa kita selalu dapat mewujudkan sesuatu.

5. Memerlukan Meminimalkan Emosi Negatif

Baca Juga: UI Urutan Pertama, 20 PTN Terbaik di Indonesia yang Memiliki Jumlah Pendaftar SNBT 2024 Terbanyak, Kampus Mana Saja?

- Rasa syukur meminimalkan emosi negatif yang mengganggu kebahagiaan, sehingga sulit untuk merasa bersyukur bersamaan dengan rasa iri, dendam, atau amarah.

6. Menantang Konsep Diri yang "Tidak Beruntung"

- Orang yang mengalami masa sulit mungkin merasa sulit untuk percaya pada hasil positif, karena rasa syukur membutuhkan penekanan pada potensi kebahagiaan.

7. Menuntut Kegigihan

- Rasa syukur perlu dipraktikkan secara konsisten agar efektif. Mudah untuk memulai praktik rasa syukur dengan antusias tetapi kehilangan momentum seiring berjalannya waktu.

Praktik Rasa Syukur

Jika rasa syukur sangat bermanfaat, bagaimana kita dapat memasukkannya ke dalam kehidupan kita?

Baca Juga: Sama-sama Jadi Incaran Jobseeker, Cek Perbandingan Gaji dan Tunjangan PNS serta BUMN

Buat Jurnal Rasa Syukur:

- Catatlah hal-hal yang kamu syukuri secara teratur selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau berbulan-bulan. Mencantumkan lima hal yang kamu syukuri setiap hari atau minggu dapat sangat efektif.

Kamu juga dapat menulis surat rasa syukur atau melakukan kunjungan rasa syukur untuk mengungkapkan penghargaan kepada seseorang dalam hidupmu.

Carilah Hal-Hal Positif Sehari-hari:

- Pertimbangkan kesenangan-kesenangan kecil sehari-hari yang sering kali tidak diperhatikan, seperti pelukan seorang anak, tawa seorang teman, sinar matahari, atau hujan yang lembut. Pengalaman-pengalaman kecil ini menawarkan banyak kesempatan untuk bersyukur.

Jangkau Dirimu Sendiri:

Baca Juga: 5 Ide Bisnis Usaha Modal Rp300 Ribu Untungnya Bisa Jutaan, Cocok Untuk Semua Kalangan Auto Dapat Cuan Tambahan

- Terlibatlah dalam kegiatan-kegiatan yang membangun rasa syukur, seperti menjadi relawan, bermeditasi, atau menikmati alam. Misalnya, meluangkan waktu setiap pagi untuk menghargai keindahan bunga dapat meningkatkan rasa syukur.

Latihan Harian:

- Cobalah untuk berlatih bersyukur setiap hari. Tetapkan waktu untuk berhenti sejenak dan merenungkan berkat-berkatmu, jadikan itu kebiasaan yang mengarah pada kehidupan yang lebih sehat dan bahagia.

Dengan memahami tantangan-tantangan dan secara aktif berupaya untuk mengatasinya, kamu dapat memanfaatkan kekuatan transformatif dari rasa syukur.***

Baca Juga: 10 Ide Usaha Menjanjikan di Kampung dengan Keuntungan hingga Rp500 Ribu per Hari, Apa Saja?

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman