AYOJAKARTA.COM – Ingin raih omzet ratusan juta? Anda bisa mencoba usaha dengan Ubi jalar. Ubi jalar yang sering kita pandang biasa saja ternyata memiliki prospek menjanjikan loh.
Ubi jalar banyak dibutuhkan, terutama di industri kuliner dan kesehatan, baik dalam maupun luar negeri.
Tingginya kebutuhan ekspor tepung ubi jalar seperti dari Jepang, Hongkong, Taiwan, Cina, Singapura, dan Korea menuntut pabrik pengolahan tepung mengejar suplai ubi jalar sebagai bahan baku utama.
Permintaan pasar yang besar ini belum diimbangi dengan ketersediaan ubi jalar. Selain itu, banyak yang belum mengetahui dan tertarik menjalankan usaha budidaya ubi jalar.
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube Adam Farms Indonesia yang diunggah 16 Juli 2024, berikut cara memulai ide bisnis di desa dengan menanam ubi jalar.
Cara meningkatkan produktivitas ubi jalar
1. Gunakan bibit berkualitas, kebanyakan petani menggunakan bibit berdasarkan ketersediaan dan warnanya saja.
Untuk mendapatkan bibit yang baik, ambil dari tanaman sehat melalui stek pucuk 20 hingga 25 cm setelah berumur 2 sampai 3 bulan.
Bibit dapat diambil stek pucuknya untuk dijadikan bibit kembali. Rendam bibit dalam larutan fungisida dan insektisida selama 5 menit.
2. Siapkan lahan dengan baik, buat guludan tunggal dengan lebar 50 hingga 60 cm dan tinggi 40 hingga 50 cm dengan jarak antar guludan 80 sampai 100 cm.
Pada lahan miring, sesuaikan dengan kontur lahan. Lahan terbaik adalah tanah sawah setelah panen padi atau pada awal musim kemarau.
3. Proses penanaman, sebelum menanam, kurangi daun untuk mengurangi penguapan.
Tanam stek dengan posisi datar atau miring 2 sampai 3 ruas sedalam 5 sampai 10 cm dengan jarak tanam 25 hingga 30 cm.
Lakukan penyiraman hingga umur 30 hari setelah tanam dan kendalikan gulma. Jika bibitnya mati, lakukan penyulaman maksimal 2 minggu setelah tanam.
Baca Juga: Tips Android: Ini 7 Trik Rahasia yang Belum Diketahui, Dijamin Berguna!
4. Proses pemupukan, tebarkan pupuk kandang 10 ton per hektar ketika saat pembuatan guludan.
Pemupukan berikutnya menggunakan pupuk buatan dengan 100 hingga 200 kg urea, 100 kg SP36, dan 100 kg KCL per hektarnya.
Aplikasi pupuk dilakukan dalam dua tahap, usia 2 hingga 7 hari setelah tanam dan yang kedua 1,5 bulan setelah tanam.
5. Panen dan penanganan pasca panen
Ubi jalar dapat dipanen pada usia 3 hingga 4 bulan setelah tanam ketika sebagian daunnya menguning. Panen dilakukan dengan memotong batang dan membongkar guludan.
Usahakan tidak banyak melukai umbi saat panen. Lalu, bersihkan dari tanah dan kotoran kemudian lakukan grading untuk memudahkan transportasi. Ubi jalar bisa dikemas dalam karung atau keranjang.
Jika 1 hektar produksi ubi jalar 40 ton per musim tanam, maka setahun bisa mencapai 120 ton dengan harga pasar sebesar Rp12.000 per kilogramnya.
Potensi omzet usaha ini bisa mencapai Rp4,8 miliar per satu kali tanam, atau rata-rata 120 juta per bulan. Menarik, bukan? Usaha di desa dengan modal kecil namun omzet bisa mencapai 120 juta per bulan.***