AYOJAKARTA.COM – Temanmu suka berusaha menarik perhatian cowok dan suka menilai perempuan lain dari penampilannya?
Jika ada, temanmu mengalami Pick Me Girl Syndrome.
Pick Me Girl Syndrome adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang berusaha mendapatkan perhatian dan persetujuan dari pria dengan cara menunjukkan bahwa dirinya berbeda dari perempuan lain.
Dikutip ayojakarta.com dari YouTube @FaktaDemiFakta pada Kamis 18 Juli 2024, menurut psikologi berikut ciri-ciri yang umum ditemui pada seseorang yang mengalami sindrom ini:
Baca Juga: Ubah Sekarang! 3 Ciri-ciri Kamu Berada di Lingkungan yang Toxic yang Jarang Disadari
1. Berusaha Menunjukkan Dirinya Lebih Menarik di Depan Laki-Laki
Seseorang dengan Pick Me Girl Syndrome sering kali berusaha keras menonjolkan dirinya sebagai sosok yang lebih menarik di depan laki-laki.
Mereka melakukan berbagai cara untuk mendapatkan perhatian dan pujian seperti berpakaian mencolok atau bersikap lebih ramah dan ceria daripada biasanya.
2. Menunjukkan Dirinya sebagai Perempuan yang Paling Beda dari Lainnya
Mereka cenderung memperlihatkan bahwa dirinya berbeda dari perempuan lain.
Misalnya mengklaim tak suka hal yang dianggap klise bagi perempuan pada umumnya, dengan harapan mendapat pengakuan sebagai seseorang yang unik dan istimewa.
3. Memperlihatkan bahwa Dirinya Perempuan yang Bebas Drama
Orang dengan sindrom ini sering menggambarkan dirinya sebagai perempuan yang bebas drama.
Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka lebih mudah bergaul dan tak menimbulkan masalah.
Berbeda dengan stereotype perempuan yang sering dikaitkan dengan drama atau emosional.
Baca Juga: Ini Dia 5 Ciri Unik Generasi Z (Gen Z), Benarkah Salah Satunya Suka Pakai Pay Later?
4. Kecenderungan Menilai Orang Lain dari Penampilannya
Mereka seringkali menilai orang lain terutama perempuan berdasarkan penampilan.
Hal ini dilakukan untuk menonjolkan perbedaan dirinya dengan perempuan lain yang dianggapnya kurang menarik atau terlalu mengikuti tren.
Pick Me Girl Syndrome dapat berdampak negatif pada hubungan sosial dan pribadi seseorang.
Perilaku ini sering kali dilihat sebagai upaya manipulatif untuk mendapatkan perhatian dan pengakuan yang pada akhirnya dapat merusak hubungan dengan orang lain.***