AYOJAKARTA.COM - Ada fenomena psikologis yang menarik di mana orang yang takut ditinggalkan oleh orang lain sering kali menjadi orang yang lebih dulu meninggalkannya.
Hal ini mungkin tampak kontradiktif—jika kamu takut ditinggalkan, mengapa kamu meninggalkan orang lain?
Namun, perilaku ini lebih umum daripada yang kamu bayangkan dan di sini akan dikupas alasan mengapa terjadi.
Baca Juga: 5 Tanda Kamu Sudah Tidak Dihargai sebagai Pasangan, Layak untuk Ditinggalkan
Kamu mungkin pernah melihatnya pada teman, keluarga, atau bahkan mengalaminya sendiri setelah mengingatnya.
Akar Masalah
Ferdian Permana, psikolog klinis, melalui akun TikTok pribadinya @katapsikologi, menjelaskan perilaku ini sering kali berasal dari masalah keterikatan yang berakar sejak masa kanak-kanak.
Jika seorang anak mengalami penolakan atau pengabaian dari orang tuanya, mereka mungkin kesulitan membentuk hubungan yang sehat di kemudian hari.
Dalam psikologi, diyakini bahwa apa yang terjadi di rumah sering kali tercermin pada perilaku seseorang di luar.
Baca Juga: Edukasi Psikologi: Menyembuhkan Luka Lama, Panduan untuk Anak dan Orang Tua
Pengalaman Penolakan di Masa Kecil
Anak-anak yang merasa diabaikan—entah karena orang tuanya sering absen karena pekerjaan atau alasan lain—mungkin mempunyai rasa takut yang mendalam akan ditinggalkan.
Ketika orang tua tidak sepenuhnya ada, anak-anak mungkin akan bergantung pada mereka ketika mereka ada, hanya untuk menghadapi penolakan atau pengabaian lebih lanjut.
Siklus ini bisa berlanjut hingga bertahun-tahun, bahkan hingga remaja dan dewasa.
Mekanisme Pertahanan
Untuk melindungi diri mereka dari rasa sakit karena penolakan dan pengabaian, individu dapat mengembangkan mekanisme pertahanan.
Mereka mungkin berpikir, "Jika saya pergi lebih dulu, saya tidak akan merasakan sakitnya ditinggalkan."
Serangan pendahuluan ini membantu mereka menghindari dampak buruk yang paling mereka takuti.
Baca Juga: 5 Sifat Tersembunyi dari Orang yang Suka Anak Kecil
Harga Diri Rendah dan Takut Kerentanan
Alasan lain untuk perilaku ini adalah rendahnya harga diri.
Orang yang menganggap dirinya tidak berharga atau tidak dapat dicintai mungkin akan meninggalkan orang lain terlebih dahulu untuk menghindari penolakan.
Selain itu, rasa takut menjadi rentan secara emosional dapat membuat mereka menghindari hubungan dekat.
Terbuka terhadap seseorang lalu ditolak terlalu beresiko, sehingga mereka memilih untuk menarik diri.
Trauma Masa Lalu dan Perlunya Pengendalian
Trauma masa lalu terkait pengabaian juga bisa memainkan peran penting.
Jika seseorang pernah disakiti sebelumnya, mereka mungkin menghindari hubungan untuk mencegah rasa sakit itu lagi.
Mereka mungkin juga memiliki keinginan kuat untuk mengendalikan emosi dan situasi. Dengan keluar terlebih dahulu, mereka merasa memiliki kendali atas potensi penolakan.
Ketidakamanan dan Proyeksi
Ketidakamanan adalah faktor pendorong lainnya.
Orang yang merasa sangat tidak aman mungkin memproyeksikan rasa takut ditinggalkan kepada orang lain, dengan asumsi mereka pada akhirnya akan pergi.
Untuk mencegah hal ini, mereka memutuskan untuk meninggalkan terlebih dahulu dengan banyak alasan di balik perilaku ini, akar penyebabnya bisa berbeda-beda pada setiap orang.
Jika kamu bergumul dengan rasa takut ditinggalkan atau masalah terkait, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan psikolog.
Bimbingan profesional dapat membantu mengungkap akar permasalahan dan memberikan solusi, seperti terapi, untuk mengatasi masalah tersebut.***