AYOJAKARTA.COM - Di berbagai media, kita sering membaca bahwa anak-anak sering kali berharap orang tuanya menebus kesalahannya di masa lalu.
Namun, menurut dokter Elvine Gunawan melalui akun TikTok @elv_gun, mengubah orang tua jauh lebih sulit daripada mengubah diri sendiri.
Harapan ini berasal dari keinginan alami untuk validasi dan penutupan, namun penting untuk memahami kompleksitas yang terlibat.
Lantas, luka apa yang dibicarakan anak-anak ini? Ada luka yang bisa disembuhkan, ada pula luka yang harus diterima dan dilepaskan.
Memahami Perubahan Orang Tua
Baca Juga: Sidang Praperadilan Pegi Setiawan Ditunda, Kuasa Hukum Tanyakan Hal Janggal Ini
Anak-anak kadang-kadang menuntut orang tuanya untuk menebus luka lama, tapi hal itu sering kali tidak realistis.
Mengubah orang tua, terutama yang lebih tua, memang sulit. Jika orang tua sudah berusia 50 tahun, mengharapkan perubahan yang signifikan mungkin berlebihan.
Penelitian menunjukkan bahwa ciri-ciri kepribadian dan pola perilaku menjadi lebih stabil seiring bertambahnya usia, sehingga membuat perubahan signifikan menjadi sulit.
Tantangan Perubahan
Penting untuk menyadari bahwa meskipun kita berharap orang tua kita berubah, kenyataannya transformasi pribadi adalah proses yang sulit.
Menurut para psikolog, upaya yang diperlukan oleh individu yang lebih tua untuk mengubah perilaku dan sikap yang sudah mendarah daging sangatlah besar.
Kalau orang tua malah berusaha berubah, kita patut bersyukur. Sebaliknya, kita harus fokus pada apa yang bisa kita kendalikan.
Baca Juga: DIJAMIN UKT Rp 0! Berikut 8 Sekolah Kedinasan Gratis yang Cocok Buat Jadi Rekomendasi
Hal ini sejalan dengan prinsip locus of control dalam psikologi, yang menekankan pada fokus pada faktor-faktor yang berada dalam kendali kita sendiri daripada faktor eksternal.
Misalnya, kalau orang tuamu tegas di rumah, tidak apa-apa. Lagipula kamu menghabiskan lebih banyak waktu di sekolah.
Gunakan waktu itu untuk belajar dengan giat, mandiri, dan akhirnya pindah.
Menyeimbangkan Harapan dan Kenyataan
Tidak adil jika kamu membenci orang tua sambil tetap mengandalkan mereka untuk mendapatkan uang saku dan kebutuhan lainnya.
Ketidakseimbangan ini perlu diatasi. Kamu tidak bisa mengharapkan orang tuamu berubah jika kamu tidak mau memperbaiki diri.
Konsep ini didukung oleh pendekatan terapi keluarga yang menekankan upaya bersama dalam dinamika hubungan.
Langkah Praktis Penyembuhan
1. Perbaikan Diri: Fokus pada pertumbuhan dan perkembanganmu sendiri. Ini bisa berarti unggul dalam studimu, mengembangkan keterampilan baru, atau mengejar minat pribadi.
2. Komunikasi: Lakukan percakapan terbuka dan jujur dengan orang tuamu tentang perasaanmu. Gunakan pernyataan "saya" untuk mengungkapkan bagaimana tindakan mereka telah memengaruhimu tanpa menyalahkan.
3. Penerimaan: Belajar menerima hal-hal yang tidak dapat kamu ubah. Ini tidak berarti memaafkan perilaku negatif, namun memahami keterbatasannya.
4. Mencari Dukungan: Terkadang, berbicara dengan terapis atau konselor dapat membantumu memproses perasaan dan mengembangkan strategi untuk menghadapi dinamika keluarga.
Pentingnya Kemandirian
Baca Juga: PKS Mantap Sodorkan Sohibul Iman di Pilkada Jakarta 2024, Koalisi Perubahan Diambang Perceraian?
Dengan berfokus pada pertumbuhan pribadi, kamu bisa menjadi lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan pada orang tua.
Hal ini tidak hanya memberdayakanmu tetapi juga mengurangi tekanan pada orang tuamu untuk berubah.
Menjadi mandiri adalah langkah penting menuju penyembuhan luka lama, karena hal ini mengalihkan fokus dari apa yang orang tua dapat lakukan untukmu menjadi apa yang dapat kamu lakukan untuk diri sendiri.
Intinya, menyembuhkan luka lama melibatkan pengelolaan ekspektasi dan fokus pada pertumbuhan pribadi daripada mengharapkan orang lain berubah.
Baca Juga: CASN 2024 Diundur Juli! Berikut ini Alur Penerimaan CPNS 2024 yang Wajib Diketahui oleh Pelamar
Dengan mengendalikan perkembangan diri sendiri dan belajar menerima keterbatasan orang tua, kamu dapat menciptakan hubungan yang lebih sehat dan seimbang.
Meskipun keinginan untuk mendapatkan perubahan dan pengakuan dari orang tua adalah hal yang wajar, penting untuk menyadari keterbatasan dan tantangan yang ada.
Dengan berfokus pada pengembangan diri, komunikasi terbuka, dan penerimaan, kamu dapat mengembangkan pendekatan yang lebih positif dan realistis dalam menyembuhkan luka lama. Ingat, perubahan sejati dimulai dari dirimu sendiri.***

Share this article
Begini cara untuk menyembuhkan luka lama yang masih mengganggu pada dirimu menurut edukasi psikologi.