Gaya Hidup

4 Tahapan Love Bombing, Sedang Mengalami?

Oleh: Salman Muhammad Ilham Kamis 20 Jun 2024, 18:57 WIB
Ilustrasi love bombing.

AYOJAKARTA.COMLove bombing adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan tindakan manipulatif di mana seseorang memberikan perhatian, pujian, dan kasih sayang yang berlebihan kepada orang lain dengan tujuan untuk mengendalikan atau memanipulasi.

Praktik ini sering kali ditemukan dalam hubungan yang tidak sehat atau toxic, terutama dalam konteks narsisme.

Ada empat tahapan utama love bombing, yaitu idealisation, devaluation, discarding, dan offering.

Dengan memahami setiap tahapan ini, diharapkan kamu bisa lebih waspada terhadap tanda-tanda awal love bombing dan melindungi diri dari hubungan tersebut.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Cari Kata Paling Berbeda dalam Kumpulan Kata LOVE, Ayo Konsentrasi!

1. Idealisation

Tahap idealisation adalah fase pertama dalam siklus love bombing. Pada tahap ini, pelaku akan membanjiri target dengan pujian, perhatian, dan kasih sayang yang berlebihan.

Pelaku akan membuat target merasa istimewa, diinginkan, dan dicintai dengan cara yang mungkin belum pernah mereka alami sebelumnya.

Beberapa tanda dari tahap idealisation meliputi:

-Pujian Berlebihan: Pelaku sering kali mengungkapkan betapa luar biasanya target, menyanjung mereka secara terus-menerus.

-Hadiah dan Kejutan: Memberikan hadiah mahal atau kejutan romantis yang berlebihan.

-Perhatian Konstan: Mengirim pesan atau menelepon secara terus-menerus untuk menunjukkan betapa mereka peduli.

-Komitmen Cepat: Mengajak untuk membuat rencana jangka panjang atau menyatakan cinta dalam waktu yang sangat singkat.

Meskipun perhatian dan kasih sayang adalah bagian normal dari hubungan yang sehat, love bombing terasa berbeda karena intensitas dan kecepatannya yang tidak wajar.

Tujuannya adalah untuk membuat target merasa terikat secara emosional dengan pelaku dengan cepat.

Baca Juga: Kenali Hal-hal yang Menyakitkan Berdasarkan Love Language, Beritahu Pasanganmu!

2. Devaluation

Setelah tahap idealisation, pelaku akan memasuki tahap devaluation, di mana mereka mulai mengurangi perhatian dan kasih sayang yang sebelumnya diberikan.

Pelaku mulai menunjukkan perilaku merendahkan, atau bahkan agresif terhadap target.

Ini adalah bagian dari strategi manipulatif untuk mengendalikan target dan membuat mereka merasa tidak berharga tanpa kehadiran pelaku.

Tanda-tanda tahap devaluation termasuk:

-Meremehkan: Pelaku mulai mengkritik hal-hal kecil tentang target, membuat mereka merasa tidak cukup baik.

-Penarikan Perhatian: Pelaku tiba-tiba menjadi kurang perhatian atau mulai mengabaikan target.

-Perilaku Manipulatif: Pelaku menggunakan taktik seperti gaslighting untuk membuat target meragukan diri mereka sendiri.

-Perubahan Mood yang Ekstrim: Pelaku bisa berubah dari sangat penuh kasih menjadi sangat dingin atau marah tanpa alasan yang jelas.

Tahap ini membuat target merasa bingung dan berusaha lebih keras untuk mendapatkan kembali perhatian dan kasih sayang yang mereka terima pada tahap idealisation.

Pelaku menggunakan ketidakstabilan ini untuk memperkuat kontrol mereka atas target.

Baca Juga: 5 Komponen Penting untuk Menerapkan Mindset Self Love atau Mencintai Diri Sendiri, Nomor 4 Paling Sering Dihindari

3. Discarding

Tahap discarding adalah ketika pelaku merasa mereka telah mendapatkan cukup kontrol atas target dan tidak lagi membutuhkan mereka.

Pada tahap ini, pelaku akan membuang atau meninggalkan target, sering kali dengan cara yang kejam dan mendadak.

Ini adalah tahap di mana target merasa paling terluka dan bingung, karena mereka telah memberikan banyak emosi dalam hubungan tersebut.

Beberapa tanda dari tahap discarding meliputi:

-Putus Mendadak: Pelaku tiba-tiba mengakhiri hubungan tanpa pemberitahuan.

-Ketiadaan Empati: Pelaku menunjukkan sedikit atau tidak ada empati terhadap perasaan target.

-Pengabaian: Pelaku mengabaikan atau memblokir semua komunikasi dengan target.

Pada tahap ini, target mungkin merasa terbuang dan tidak berharga, yang merupakan hasil dari manipulasi emosional yang mereka alami selama hubungan.

Baca Juga: Tips Psikologi: Awas, Jebakan Love Bombing yang Bisa Bikin Kamu Meleleh dan Hancur, Hindari!

4. Offering

Meskipun tahap discarding sering kali dianggap sebagai akhir dari hubungan, ada kasus di mana pelaku kembali kepada target.

Tahap offering ini adalah ketika pelaku mencoba untuk mengulang siklus love bombing dengan memberikan janji palsu tentang perubahan atau memperbaiki hubungan.

Tanda-tanda tahap offering meliputi:

-Permintaan Maaf: Pelaku meminta maaf atas perilaku mereka, tetapi tanpa niat untuk benar-benar berubah.

-Janji Berubah: Pelaku berjanji untuk memperbaiki diri atau hubungan, tetapi hanya sebagai cara untuk mendapatkan kembali kontrol.

-Kasih Sayang Sementara: Pelaku mungkin menunjukkan kasih sayang sementara untuk membuat target kembali ke dalam siklus.

-Manipulasi Emosional: Menggunakan rasa bersalah atau simpati untuk membuat target menerima mereka kembali.

Tahap offering dapat sangat membingungkan bagi target, karena mereka mungkin berharap pelaku benar-benar berubah.

Namun, penting untuk menyadari bahwa ini sering kali hanya taktik untuk memulai kembali siklus love bombing.***

Reporter Salman Muhammad Ilham
Editor Tedi Rukmana