AYOJAKARTA.COM - Memaafkan seringkali disalahpahami. Banyak orang mengira itu berarti menerima atau membenarkan kesalahan yang dilakukan pada kita.
Namun, memaafkan yang sejati adalah tentang mengakui bahwa sesuatu telah terjadi dan memilih cara untuk melangkah maju, daripada berharap masa lalu bisa berbeda.
Psikolog Ferdian Permana melalui akun TikToknya @katapsikologi menyatakan ketika kita terus berharap bahwa luka atau kejadian di masa lalu bisa berubah, kita tetap terjebak dalam momen tersebut.
Memaafkan adalah tentang melepaskan harapan itu.
Ini bukan tentang orang yang menyakiti kita atau peristiwa itu sendiri; ini tentang kesehatan mental dan emosional kita sendiri.
Seperti yang dikatakan oleh psikolog ternama Louise Hay, "Memaafkan berarti melepaskan harapan bahwa masa lalu bisa saja berbeda dari masa lalu."
Baca Juga: 12 SMK Terbaik di Jawa Barat yang Punya Nilai UTBK Tertinggi, Bogor Kalahkan Bandung?
Memaafkan berarti melepaskan keinginan agar masa lalu menjadi berbeda.
Ini tentang menerima bahwa kejadian-kejadian menyakitkan dan orang-orang di masa lalu kita tidak akan berubah.
Kita berhenti mengharapkan hasil yang berbeda dan fokus pada apa yang bisa kita lakukan sekarang.
Pergeseran fokus ini membantu mencegah dampak psikologis dan mental yang berkelanjutan.
Penting untuk memaafkan semua orang yang berbuat salah kepada kita, termasuk orang tua, teman, atau siapa pun.
Yang terpenting, kita harus memaafkan diri kita sendiri atas kesalahan dan kegagalan kita di masa lalu.
Memendam perasaan-perasaan negatif ini hanya akan membuatnya terus bercokol dalam pikiran kita, sehingga menyebabkan kecemasan dan depresi.
Daripada memikirkan skenario “bagaimana jika”, kita harus fokus pada masa kini dan merencanakan masa depan yang lebih baik.
Hal ini melibatkan penciptaan kenangan baru dan positif yang dapat menutupi kenangan lama yang menyakitkan.
Saat kita mengisi hidup kita dengan pengalaman-pengalaman positif, rasa sakit di masa lalu perlahan-lahan memudar.
Memaafkan bukan berarti melupakan atau menghapus seluruh masa lalu.
Memaafkan berarti mengakuinya dan memilih untuk bergerak maju ke arah yang lebih sehat dan positif.
Dengan berfokus pada masa kini dan membangun masa depan yang lebih baik, kita bisa benar-benar memaafkan dan menemukan kedamaian dalam diri kita.
Ingat, memaafkan adalah tentang membebaskan dirimu dari beban masa lalu dan membiarkan dirimu menjalani kehidupan yang lebih bahagia dan sehat.***