AYOJAKARTA.COM - Kendaraan roda dua menjadi salah roda transportasi favorit masyarakat Indonesia.
Tak heran, jika jalanan saat ini hampir dikuasai kendaraan roda dua. Baik yang jenis bebek maupun matik.
Selain lebih aksesibel, harganya juga lebih relatif bisa menjangkau hampir semua lapisan masyarakat.
Hanya saja, sampai saat ini banyak pengendara kendaraan roda dua yang belum sepenuhnya menerapkan aman berkendara atau safety riding.
Padahal berkendara di jalan raya dapat menjadi bahaya jika pengendaranya belum cukup mengetahui ilmu dan teknik berkendara yang baik dan benar.
Salah satunya teknik analisa potensi bahaya dan mengantisipasinya.
Terutama ketika berada di persimpangan jalan. Karena persimpangan jalan menjadi salah satu titik rawan kecelakaan.
Berikut tips aman berkendara sepeda motor saat melewati persimpangan yang disampaikan tim instruktur safety riding Astra Motor Yogyakarta dalam siaran pers yang diterima Ayojakarta.com, Selasa 21 Mei 2024.
Baca Juga: Tips Psikologi: 8 Cara Berbicara agar Disukai dan Dipercaya Banyak Orang, Auto Jadi Magnet Perhatian
- Kurangi Kecepatan
Segera kurangi kecepatan ketika mendekati persimpangan jalan. Motor dengan kecepatan rendah, akan lebih mudah dikendalikan.
Terutama ketika ada bahaya tiba-tiba. Seperti orang mau menyeberang atau ada anak kecil yang bermain di pinggir jalan.
- Nyalakan Klakson
Klakson atau lampu adalah alat komunikasi saat berkendara. Pastikan digunakannya sesuai aturan yang berlaku.
Seperti ketika berada di persimpangan. Tidak ada salahnya menyalakan klakson.
Tujuannya agar pengendara lain mengetahui posisi dan kondisi kita saat melewati persimpangan.
- Gunakan Kaidah 4T
Tunggu sejenak, Tengok kanan, Tengok kiri dan Tengok kanan lagi.
Ini wajib dilakukan pengendara ketika melewati persimpangan jalan, agar pengendara tahu dan dapat memprediksi potensi bahaya di titik itu.
- Sabar
Bisa jadi ini jadi point utama. Sebab di persimpangan jalan yang tidak ada traffic light-nya sering muncul kemacetan.
Kondisi ini dapat memicu emosi pengendara dalam berkendara. Bahkan sampai tidak dapat berpikir jernih.
Alahkah baiknya jika mengatur waktu perjalanan agar tidak buru-buru ketika di jalan.
***