Gaya Hidup

Edukasi Psikologi: 7 Alasan yang Membuat Kita Mudah Marah

Oleh: Muhammad Imansyah Selasa 07 Mei 2024, 16:29 WIB
Ilustrasi Edukasi Psikologi

AYOJAKARTA.COM - Di media sosial kita sering melihat video viral tentang orang yang marah, baik itu di jalan raya, di pusat perbelanjaan, dll.

Kebanyakan kemarahan tersebut dipicu hal sepele, misalnya kendaraannya disalip, diklakson di jalan, dan sebagainya.

Dilansir dari Psychology Today, memahami alasan peningkatan kemarahan ini adalah kunci untuk mengatasinya.

Baca Juga: CASN 2024 Segera Dibuka Juni, Ada 7 Alasan Mengapa CPNS Pemda Menjadi Pilihan Terbaik

Melalui pengelolaan yang proaktif, kita dapat membantu mengatasi kemarahan dalam diri kita dan mengurangi dampaknya terhadap lingkungan.

Berikut adalah 7 alasan yang menjadi penyebab mengapa banyak orang yang lebih mudah marah. 

1. Kelelahan

Kelelahan fisik bisa memicu orang menjadi cepat marah. Penyebab utamanya adalah kurang istirahat baik itu tidur malam ataupun tidur siang.

Jadi, pastikan kamu istirahat yang cukup agar tidak cepat terpancing amarah.

Baca Juga: 13 Tanda Pasanganmu Mulai Bosan denganmu, Perhatikan Hal-Hal Kecil yang Mungkin Terlihat

2. Kewalahan

Pekerjaan yang menumpuk dan tidak ada habis-habisnya, jika tidak ditangani secara benar bisa memicu kewalahan.

Belum lagi tagihan di sana-sini yang terus-menerus mengganggumu baik lewat telepon, SMS, pesan WhatsApp, ataupun email.

3. Ketakutan

Ketakutan muncul dari hilangnya rasa aman dari berbagai ancaman.

Tingkat kriminalitas yang tinggi, serta berkurangnya tenggang rasa dari sesama bisa memicu ketakutan dalam dirimu.

4. Kepanasan

Ini ada kaitannya dengan cuaca yang semakin tak menentu. Naiknya permukaan suhu global bumi ikut berperan meningkatkan sensitivitas kita.

Hal kecil saja bisa memicu kemarahan kita apabila dalam cuaca yang panas.

Baca Juga: Edukasi Psikologi: Mengenal 5 Jenis Terapi dalam Psikologi

5. Jebakan permainan zero-sum. 

Kehidupan yang menjadi lebih kompetitif, menimbulkan ketegangan, pemicu kemarahan ketika segala sesuatunya tidak berjalan baik.

6. Kebangkrutan

Ketika segala sesuatunya menjadi lebih kompetitif, harganya barang-barang pokok juga menjadi lebih mahal. 

Kamu tidak perlu melihat statistik inflasi untuk menyadari hal ini, cukup pergi ke pasar tradisional atau minimarket. 

Kekhawatiran finansial membuat tekanan psikologis menjadi lebih besar dan memicu kita menjadi lebih pemarah.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Bisakah Kamu Temukan Angka 969 di Antara Angka 999 dalam 20 Detik? Latih Fokusmu!

7. Kesakitan

Fisik dan mental kita saling mempengaruhi. Jika selama ini kita fokus pada pengaruh mental terhadap fisik, hal yang sebaliknya pun terjadi.

Jika kamu merasakan kesakitan, hal itu berdampak buruk pada suasana hatimu. 

***

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Maria Wulan