AYOJAKARTA.COM - Terapi psikologi mengacu pada penggunaan metode untuk mengobati orang yang mengalami depresi, kecemasan, dan gangguan mental lainnya.
Dilansir dari Saybrook University, berikut 5 jenis terapi yang paling umum dalam psikologi:
1. Terapi Perilaku Kognitif
Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy sering digunakan untuk membantu orang yang berjuang melawan pikiran negatif atau ingin menghentikan suatu kebiasaan.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Bisakah Kamu Temukan Angka 969 di Antara Angka 999 dalam 20 Detik? Latih Fokusmu!
Dalam praktik CBT, psikolog harus mempelajari pola berpikir pasien dan memahami asal usul pola tersebut.
Setelah teridentifikasi, psikolog dapat berupaya memerangi pola pikir yang menyebabkan kerusakan emosional.
Fokusnya adalah pengembangan mekanisme penanggulangan yang akan membantu pasien menghadapi masalah yang muncul dalam jangka panjang.
2. Terapi Psikodinamik
Jenis terapi ini berfokus pada kesadaran diri dan pemeriksaan diri.
Psikolog akan membimbing pasien untuk mengidentifikasi akar penyebab penderitaan atau hubungan yang bermasalah.
Baca Juga: Ingin Kuliah di Jogja, Inilah 20 Kampus Terbaik di Kota Pendidikanversi UniRanks 2024
Banyak bagian terapi psikodinamik yang berkembang dari prinsip psikoanalisis dan dapat diterapkan pada berbagai gangguan psikologis.
Psikolog yang mempraktikkan terapi psikodinamik membantu pasien membentuk perasaan diri yang praktis dan positif.
3. Terapi Humanistik
Terapi humanistik berfokus pada pemeriksaan pandangan dunia pasien dan pengaruhnya terhadap pilihan sehari-hari mereka.
Ini berkaitan dengan mengungkap jati diri seseorang, memproses kritik orang lain, dan mewujudkan penerimaan diri.
Jenis terapi ini sedikit berbeda dari terapi lainnya karena terapi humanistik berfokus pada kehidupan sehari-hari seseorang secara spesifik.
Baca Juga: Fakta Menarik Tipe Golongan Darah O: Keunikan, Sifat Umum, Serta Karakter Positif dan Negatif
Tugas terapis humanistik adalah membantu pasien mendapatkan penerimaan pribadi, menentukan apa yang ingin mereka capai dalam hidup, dan menemukan metode yang akan membantu mereka mencapainya.
4. Terapi Psikoanalitik
Terapi psikoanalitik berkaitan dengan pemahaman pikiran bawah sadar atau bawah sadar.
Jenis terapi ini mungkin paling cocok bagi mereka yang sudah lama menjalani terapi dan ingin memahami lebih dalam asal mula pikiran bawah sadar yang mempengaruhi tindakannya.
Terapi psikoanalitik sering digunakan untuk pasien dengan kompulsi, obsesi, atau fobia.
Psikolog membantu pasiennya menjelajahi pikiran bawah sadar dan bawah sadar untuk menemukan asal mula perilaku destruktif dan berupaya menghilangkannya.
5. Terapi Integratif atau Holistik
Terapi holistik adalah pendekatan konseling integratif berdasarkan prinsip psikosintesis.
Hal ini berkaitan dengan pemahaman hubungan antara roh, pikiran, dan tubuh seseorang dan membahas bagaimana masalah dalam satu aspek gaya hidup seseorang dapat mempengaruhi aspek lainnya.
Kesadaran yang lebih besar terhadap diri sendiri dan lingkungan, pada gilirannya akan mendorong penerimaan yang lebih besar terhadap diri sendiri.
Baca Juga: Tips Psikologi: Waspadai Gejala Depresi pada Remaja
Psikolog memandang gejala pasiennya sebagai jendela kesadaran mereka, yang dapat mengarahkan atau membawa perhatian pada kesadaran yang lebih tinggi dari seseorang.
***

Share this article
Terapi psikologi mengacu pada penggunaan metode untuk mengobati orang yang mengalami depresi, kecemasan, dan gangguan mental.