Gaya Hidup

6 Alasan Psikologi Generasi Z Rentan Terhadap Gangguan Jiwa dan Alami Gangguan Kesehatan Mental

Oleh: Sarwendah Selasa 07 Mei 2024, 13:31 WIB
Ilustrasi 6 alasan psikologi Gen Z atau Generasi Z mudah alami masalah kejiwaan.

AYOJAKARTA.COM -- Belakangan generasi Z sering menjadi sorotan media sosial terkait gangguan kesehatan mental atau gangguan kejiwaan.

Mengapa generasi Z rentan terhadap masalah kejiwaan? Simak penjelasan Dokter Andri yang merupakan spesialis kedokteran jiwa.

Generasi Z merupakan orang yang lahir pada tahun kelahiran antara 1997 sampai 2012 yang dikenal dengan sebutan zoomer.

Baca Juga: CPNS 2024 Segera Dibuka, Ini Daftar 10 Formasi yang Bisa Dilamar Lulusan S1 Pendidikan di Kemendikbud

Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube Andri Psikosomatik yang diunggah 25 Januari 2024, berikut 6 alasan gen Z mudah alami kejiwaan:

1. Tekanan akademis dan prestasi

Generasi Z sering kali menghadapi tekanan akademis yang tinggi. Persaingan untuk meraih prestasi di sekolah dan universitas dapat memberikan beban pikiran yang besar bagi mereka.

Tekanan untuk berhasil dalam ujian, tugas, dan ujian masuk perguruan tinggi dapat menyebabkan stres yang berlebihan.

Baca Juga: Tips Hilangkan Iklan Mengganggu di HP Android, Cukup Lakukan 2 Cara Ini

2. Teknologi dan media sosial

Teknologi dan media sosial memiliki peran besar dalam kehidupan Generasi Z yang kini semakin merajalela.

Meskipun teknologi telah membawa kemajuan yang luar biasa, penggunaan yang berlebihan dan interaksi yang tidak sehat di media sosial dapat berdampak negatif pada kesehatan mental.

Perbandingan diri, cyberbullying, dan penggunaan yang berlebihan dapat menyebabkan depresi dan kecemasan.

Baca Juga: Tes Penglihatan: Ingin Menguji Kejelian Mata Kamu? Coba Temukan Sebuah Kunci di Antara Mobil Ini

3. Isolasi sosial dan kurangnya koneksi emosional

Interaksi yang terjadi melalui dunia maya tidak dapat menggantikan hubungan sosial yang nyata. Kurangnya dukungan sosial dapat meningkatkan risiko gangguan jiwa.

4. Ketidakpastian ekonomi dan pekerjaan

Generasi Z dihadapkan pada ketidakpastian ekonomi dan pekerjaan yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.

Kesulitan dalam menemukan pekerjaan yang stabil dan masa depan yang tidak pasti dapat menyebabkan stres dan kecemasan.

Baca Juga: Bantuan PKH dan BPNT Mei-Juni Hanya Dicairkan untuk KPM yang Memenuhi Syarat, Intip 12 Kriterianya di Sini

5. Stigma terhadap kesehatan mental

Meskipun semakin banyak kesadaran tentang kesehatan mental, stigma masih menjadi hambatan besar bagi Generasi Z untuk mencari bantuan.

Rasa malu dan ketakutan akan dijauhi oleh orang lain sering kali menghambat mereka untuk mencari perawatan yang mereka butuhkan.

6. Akses terbatas terhadap layanan kesehatan mental

Terakhir, akses terbatas terhadap layanan kesehatan mental juga merupakan masalah yang dihadapi oleh Generasi Z.

Baca Juga: Penyaluran Dipercepat! 6 Bansos Ini Mulai Cair Lewat Pos Indonesia dan KKS, BLT Mitigasi Risiko Pangan Rp600 Ribu Turut Cair?

Faktor - faktor seperti biaya, lokasi, dan stigma dapat membuat sulit bagi mereka untuk mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Dengan memahami faktor ini, kita dapat mulai mengambil langkah untuk membantu Generasi Z menghadapi tantangan kesehatan mental yang mereka hadapi.

Dukungan sosial, pendidikan tentang kesehatan mental, dan akses yang lebih baik ke layanan kesehatan mental adalah langkah penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang.***

Reporter Sarwendah
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil