Gaya Hidup

7 Langkah Mengubah Hobi Menjadi Karier, Lakukan Sebelum Resign!

Oleh: Muhammad Imansyah Kamis 25 Apr 2024, 06:09 WIB
Ilustrasi Mengubah Hobi Menjadi Karir

AYOJAKARTA.COM - Kata pepatah, lakukan apa yang kamu sukai, dan kamu tidak akan pernah bekerja satu hari pun dalam hidupmu. 

Kalau kamu sudah jenuh dengan rutinitas kerja yang tidak sesuai dengan kata hatimu, mengapa tidak mempertimbangkan untuk menjadikan hobimu sebagai pekerjaan?

Tentu saja ini harus dimulai jauh-jauh hari sebelum mengirimkan email pengunduran dirimu ke pimpinan perusahaan.

Baca Juga: Tes Psikologi: Gambar Pertama yang Kamu Lihat Gambarkan Kepribadianmu, Apakah Orang yang Peka atau Cuek

Berikut 7 langkah yang perlu kamu lakukan untuk mengubah hobi menjadi karier yang dilansir dari thebalancemoney.com:

1. Mulai dari yang kecil

Ada banyak alasan untuk mulai menghasilkan uang melalui hobi kamu sebelum menjadikannya karier, namun mari kita mulai dengan alasan yang paling jelas: uang. 

Untuk memulai, kamu memerlukan setidaknya beberapa bulan penghematan biaya, terlepas dari biaya awal yang terkait dengan bisnis kamu.

2. Bangun koneksi

Media sosial semakin mempermudah menjalin hubungan dengan orang-orang yang berpikiran sama, yang merupakan keuntungan luar biasa bagi pebisnis kecil. 

Baca Juga: Hebat! UGM Masuk 14 Kampus Miliki Jurusan Psikologi Terbaik Versi Edurank 2024, Ini Daftarnya

LinkedIn, Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, dll. dapat membantu kamu bertemu orang lain di industri kamu secara virtual.

Ingatlah untuk melanjutkan dengan hati-hati: beberapa orang kurang bersedia memberikan nasihat bisnis kepada calon pesaing. 

3. Lakukan riset pasar

Melalui komunitas online, dapatkan gambaran kasar tentang berapa biaya yang dikenakan bisnis lain untuk produk atau layanan yang kamu tawarkan. 

Terkadang, hal ini semudah melihat pasar online dan mengetahui harga yang dikenakan orang.

Pahami seperti apa lanskapnya, dan bagaimana bisnis kamu akan cocok dengannya. 

Baca Juga: Tes Kepribadian: Apakah Kamu Orang yang Positif atau Cerdas? Gambar Ini Akan Ungkap Karakter yang Kamu Miliki

Apa yang ditawarkan pesaing? Kebutuhan apa yang dipenuhi oleh bisnismu namun tidak dipenuhi oleh bisnis mereka? Bagaimana kamu membedakan dirimu dari pesaing?

4. Buatlah rencana

Rencana bisnis adalah bagian yang paling tidak glamor dalam memulai usaha baru, namun ini bisa menjadi penting, terutama jika kamu berpikir untuk mencari pendanaan dari sumber luar. 

Bahkan jika kamu berencana menjalankan bisnis dengan tabungan kamu sendiri, rencana bisnis dapat membantu mengatur pemikiran kamu.

5. Rencanakan keuanganmu

Sebagai bagian dari rencana bisnis kamu, hitung pengeluaran bulanan, proyeksi pendapatan, dan total biaya awal. 

Termasuk peralatan baru yang mungkin kamu perlukan, dan biaya seperti biaya keanggotaan untuk asosiasi profesional, pasar online, atau akuntan atau ahli pajak.

Baca Juga: Lolos Prakerja Gelombang 66, Segera Daftar Pelatihan Agar Akunmu Gak Dicabut!

Kamu harus memutuskan apakah akan tetap menjadi pemilik tunggal atau memilih bentuk organisasi bisnis lain, termasuk perseroan terbatas, CV, dan seterusnya.

6. Sebarkan beritanya

Internet semakin memudahkan untuk memberi tahu orang-orang bahwa kamu sedang nongkrong. 

Di masa lalu, kamu mungkin harus mengalokasikan sebagian besar anggaran kamu untuk periklanan dan perolehan prospek.

Namun sekarang kamu dapat memulai hanya dengan memposting di jaringan favorit kamu dan memberi tahu orang-orang bahwa kamu terbuka untuk bisnis.

7. Nilai kembali tujuanmu

Bahkan dengan perencanaan yang matang, kamu tidak akan tahu bagaimana rasanya menjalankan bisnis sendiri sampai kamu melakukannya. 

Jadi, masuk akal untuk menilai kembali tujuan kamu secara berkala untuk memastikan bahwa kamu berada di jalur yang benar.

Baca Juga: 7 Teknik Jepang untuk Melawan Kemalasan

Kemungkinan besar, kamu akan menemukan bahwa tujuan kamu akan berubah seiring waktu. 

Misalnya, kamu mungkin menyadari bahwa kamu lebih menyukai satu aspek pekerjaan kamu daripada aspek lainnya, dan memutuskan untuk lebih fokus pada bidang tersebut. 

Atau, kamu mungkin mengetahui bahwa pasar produk kamu lebih lemah dari perkiraanmu, dan sedikit mengubah arah untuk meraih lebih banyak bisnis.

Hal terbaik tentang bekerja untuk diri sendiri adalah pekerjaanmu akan berkembang. Pahami hal itu, dan kamu akan siap mengubah jalur bila diperlukan dan berhasil.

***

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Maria Wulan