AYOJAKARTA.COM - People change. Setiap orang berubah. Termasuk mereka yang selama ini kamu kenal sebagai orang narsis.
Menurut psikolog Steph melalui akun TikTok @mindfoodsteph, narsisme terjadi dalam suatu spektrum.
Kamu dapat memiliki sifat narsistik, dan kita semua memiliki sifat narsistik, tanpa menjadi seorang narsisis atau memiliki gangguan kepribadian narsistik.
Spektrum terjauh dari narsisme adalah gangguan kepribadian narsistik.
Namun faktanya banyak orang narsis yang menolak perubahan.
Di dunia media sosial seperti sekarang, orang-orang narsis justru mendapat tempat dan bisa menjual narsisme mereka.
Jadi, buat apa berubah jika narsisme itu membuahkan hasil alias menguntungkan?
Baca Juga: Tes Psikologi: Seberapa Keras Kepala Kamu Tergantung Gambar Apa yang Pertama Kali Kamu Lihat
Sebuah penelitian pada tahun 2019 menunjukkan bahwa kecenderungan narsistik sebenarnya cenderung menurun seiring bertambahnya usia.
Agar seorang narsisis bisa berubah, mereka harus menyadari bahwa mereka memandang orang sebagai sumber daya, bukan sebagai manusia dengan minat dan perasaannya sendiri.
Orang-orang narsis yang ingin berubah harus menyadari bahwa memandang orang dengan cara seperti ini menyebabkan mereka menderita.
Refleksi diri bisa sangat sulit bagi orang narsis karena hal itu membuat mereka menantang citra diri mereka yang sempurna.
Ingat, ciri utama narsisme adalah mereka tidak dapat melihat perpaduan kualitas positif dan negatif pada orang lain, yang merupakan sifat yang dimiliki semua orang.
Orang-orang narsis yang ingin berubah harus bersedia menurunkan tingkat kepuasan hidupnya untuk memberikan ruang bagi orang lain.
Ingat, dunia ini terlalu luas kalau hanya untuk dirimu sendiri.
***