Gaya Hidup

Waspadai! Perhatikan 8 Tanda Tersembunyi Depresi yang Mungkin Kamu Alami!

Oleh: Muhammad Imansyah Senin 15 Apr 2024, 10:27 WIB
Ilustrasi depresi

AYOJAKARTA.COM - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan lebih dari 264 juta orang di dunia menderita depresi.

Ada tanda-tanda tersembunyi yang bisa menjadi indikasi awal bahwa kamu terkena gangguan kesehatan mental ini.

Dilansir dari PsychCentral, depresi tersembunyi, juga disebut “depresi tersenyum” atau “depresi tersembunyi”, adalah saat seseorang berusaha keras untuk menyembunyikan gejalanya dan menunjukkan kepada dunia bahwa mereka baik-baik saja.

Mereka mungkin tampak sangat berfungsi di tempat kerja dan dalam situasi sosial, namun di balik pintu tertutup mereka hidup dengan gejala klasik depresi.

Beberapa orang mungkin menyembunyikan gejalanya karena tidak ingin orang yang dicintainya khawatir.

Baca Juga: Tes Psikologi: Gambar yang Pertama Kali Kamu Lihat Ungkapkan Apakah Kamu Empatik, Tenang, Dinamis, atau Kreatif

Orang lain mungkin merasa terlalu malu untuk meminta bantuan atau berjuang melawan perfeksionisme.

Beberapa orang mungkin juga merasa bersalah atau malu karena kesulitan pada awalnya, yang menurut penelitian merupakan emosi umum yang sejalan dengan depresi.

1. Tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit

Apakah teman atau anggota keluargamu menceritakan betapa lelahnya mereka akhir-akhir ini atau bagaimana mereka tidak punya energi?

Apakah mereka memiliki kantung di bawah mata atau menunjukkan tanda-tanda gangguan tidur lainnya?

Depresi diketahui mengganggu tidur nyenyak. Penelitian menunjukkan bahwa hal itu dapat mencegah orang tertidur, tetap tertidur, atau bangun dari tempat tidur di pagi hari.

2. Perubahan pola makan dan fluktuasi berat badan

Baca Juga: Rismon Sianipar Yakin Jessica Wongso Tak Bersalah, Ungkit Rekayasa Video CCTV

Penelitian menunjukkan bahwa depresi dapat menyebabkan perubahan nafsu makan, sebagian disebabkan oleh masuknya hormon stres kortisol ke dalam sistem.

Beberapa orang mungkin memiliki keinginan makan yang berkurang karena makanannya sudah tidak enak lagi, atau mereka tidak menginginkan sesuatu yang khusus.

Bagi yang lain, depresi dapat bermanifestasi sebagai keinginan terhadap makanan yang melepaskan neurotransmiter yang membuat kamu merasa nyaman.

Makanan tinggi gula akan mendorong otak untuk memproduksi serotonin, yang juga dikenal sebagai “hormon kebahagiaan”.

Saat ini, hal ini menimbulkan sensasi yang menyenangkan, namun penelitian sekarang menunjukkan bahwa diet tinggi gula dapat memperburuk depresi secara keseluruhan, sehingga menyebabkan siklus yang rumit.

Baca Juga: Kepribadian Tersembunyi Anak Tunggal yang Jarang Diketahui, Tak Selalu Manja dengan Orang Tua

Perubahan pola makan ini semuanya dapat berkontribusi pada penurunan berat badan, penambahan berat badan, atau fluktuasi di antara keduanya.

Jika kamu melihat perubahan mendadak pada komposisi tubuh seseorang secara keseluruhan, waspadai gejala tambahan depresi yang tersembunyi.

3. Merokok atau minum lebih banyak alkohol

Merokok dan minum alkohol memicu pelepasan endorfin, pereda stres dan nyeri alami.

Tanda umum dari depresi tersembunyi adalah seseorang mungkin menjadi lebih sering merokok atau minum alkohol yang mereka konsumsi sekaligus.

5. Perubahan bahasa dan topik pembicaraan

Penelitian menunjukkan bahwa penderita depresi lebih banyak menggunakan kata “aku”, “saya”, dan kata-kata yang berfokus pada diri sendiri karena mereka sering kali berada dalam keadaan mawas diri.

Selain itu, mereka menggunakan apa yang disebut istilah “absolut”, seperti “selalu” dan “tidak pernah”, tanpa banyak area abu-abu.

Baca Juga: ITB Buka Loker untuk Dosen Tetap: Tersedia 73 Formasi, Ini Usia Paling Tinggi untuk Melamar

Seseorang yang kamu cintai mungkin mengisyaratkan untuk bunuh diri atau mengangkat topik filosofis tentang makna hidup, bagaimana rasanya mati, atau akhirat.

6. Menangis minta tolong, lalu menariknya kembali

Mereka yang menderita depresi tersembunyi mungkin bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi, hanya untuk kemudian merasa canggung, bersalah, malu, atau secara umum tidak menyenangkan membiarkan seseorang begitu dekat.

Mereka mungkin mengungkapkan pikiran-pikiran buruk dan bahkan memanggil terapis, namun kemudian membatalkan janji temu pada menit-menit terakhir dan berkata, "Tidak apa-apa, saya baik-baik saja."

Kamu mungkin melihat “berbagi berlebihan” di media sosial, yaitu membagikan postingan yang berisi banyak informasi pribadi.

Mereka mungkin menunjukkan pola membagikan detail pribadi secara online, lalu segera menghapus postingan tersebut.

Baca Juga: Tertarik Kuliah di Jurusan Manajemen? Simak Dulu Fakta Berikut Ini, Ada Prospek Kerja!

7. Menampilkan perasaan yang meningkat

Depresi diketahui menyebabkan perubahan suasana hati secara tiba-tiba, termasuk peningkatan:

- sifat lekas marah

- kesedihan

- kegugupan

- ketegangan

- panik

Baca Juga: Tes IQ Ilusi Optik: Temukan Angka yang Berbeda dalam 3 Detik?

- duka

- menangis

Laki-laki juga lebih mungkin mengalami sifat lekas marah, agresif, dan amarah yang tidak pada tempatnya, sedangkan perempuan memiliki perasaan sedih.

Seseorang dengan depresi tersembunyi mungkin menyimpang dari dasar emosinya. Mungkin mereka biasanya pengemudi yang tenang, tapi sekarang mereka menunjukkan kemarahan di tengah lalu lintas.

Atau mungkin kamu belum pernah melihat mereka menangis di bioskop, tapi sekarang mereka berlinang air mata saat menonton iklan.

Itu juga bisa berayun ke arah lain. Mungkin orang yang kamu sayangi biasanya tertawa terbahak-bahak saat menonton acara lucu, namun kini ia tampak “datar” atau tidak tertarik.

Ini semua adalah perubahan suasana hati yang terkait dengan depresi terselubung.

Baca Juga: Undangan Pencairan Bansos Kode MRP Rp600 Ribu dari PT Pos Indonesia Sudah Disebar, Kapan Cair?

8. Merasa pesimistis terhadap kehidupan

Pada tahun 1979, para ilmuwan mendokumentasikan fenomena aneh yang disebut “realisme depresi”.

Pada dasarnya, teorinya adalah bahwa penderita depresi memiliki pandangan yang lebih realistis terhadap dunia, dan peran mereka di dalamnya, dibandingkan rekan-rekan mereka yang tidak mengalami depresi.

Bagi seseorang dengan depresi tersembunyi, hal ini mungkin muncul dalam percakapan sebagai komentar sinis tentang kenyataan.

Kamu mungkin mendengar sesuatu seperti, “Lagi pula, semua ini tidak penting, jadi siapa yang peduli?.***

Baca Juga: 4 Keterampilan Utama untuk Membangun Kecerdasan Emosional yang Perlu Kamu Ketahui

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman