Gaya Hidup

Tips Psikologi: Kebahagiaan Itu Ada dalam Pikiran bukan Keadaan

Oleh: Muhammad Imansyah Selasa 09 Apr 2024, 14:32 WIB
Ilustrasi kebahagiaan ada dalam pikiran

AYOJAKARTA.COM - Bahagia atau menderita itu tergantung mindset. Terdengar klise?

Pertama, kita harus tahu dulu apa itu mindset? Mindset adalah sekumpulan keyakinan yang membentuk pikiran kita terhadap dunia.

Mindset positif artinya kita memandang setiap kejadian yang kita alami dari sudut pandang positif.

Ini sebenarnya sudah diajarkan oleh nenek moyang kita dengan filosofi untung. Pernah dengar kan kalau orang Indonesia itu selalu untung?

Baca Juga: Tes Psikologi: Pilih Satu Coretan dan Lihat Trauma Masa Lalu Apa yang Menghantui Kamu Serta Solusinya

Ketika mendapat musibah kehilangan uang 10.000, kita diajarkan untuk berucap, untung yang hilang 10.000, bukan 100.000, dan seterusnya.

Apakah itu bisa menjadi toxic positivity? Bisa iya, bisa tidak. Itu bergantung pada standar nilai yang kita yakini.

Sesuatu yang jelas-jelas melanggar standar nilai atau norma, tentu harus ditindak sesuai dengan aturan yang berlaku. Namun, hikmahnya tetap harus dilihat dari kacamata positif.

Baca Juga: Tes Ketajaman Mata: Buktikan Bahwa Kamu Teliti, Temukan Sisir yang Tersembunyi Pada Ilusi Optik Dalam Waktu 10 Detik, Apakah Kamu Bisa?

Lagi-lagi kebijakan lokal kita yang sudah mulai memudar, ambil saja hikmahnya.

Dilansir dari akun TikTok @analisa.widyaningrum, berpikir atau memandang segala sesuatu dari sudut pandang positif bisa menjadi satu kekuatan yang besar.

Dewasa ini, banyak sekali yang menggiring kita untuk berpikir tidak jernih dan menyalahkan kanan-kiri, yang pada akhirnya membuat kita depresi.

Kalau kita mampu menghalau pikiran-pikiran yang tidak jernih, dan memikirkan sesuatu yang membuat kita bahagia, menghadirkan engagement kepada orang-orang yang ada di sekitar kita, maka kita akan merasakan kebahagiaan.

Baca Juga: Akhirnya Ada Bansos yang Cair Hari Ini Selain BPNT dan PKH, Bantuan Apa?

Seandainya kita merasa sulit untuk menghadirkan mindset positif, kita bisa melakukan aksi yang positif.

Misalnya, saat kamu terluka atau berduka, daripada menangisi luka dan dukamu di kamar, kamu bisa melakukan aksi positif seperti berjalan-jalan ke alam, menghirup udara segar, melakukan hobi, atau belajar hal baru.

Melakukan aksi positif akan membawa kita pada mindset positif.***

Baca Juga: Rismon Sianipar Beberkan Peran Krishna Murti, Diduga Jadi Tokoh Penting Jerumuskan Jessica ke Penjara

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Imanudin Abdurohman