Gaya Hidup

Melampiaskan Amarah Ternyata Tak Bisa Kurangi Kemarahan

Oleh: Muhammad Imansyah Senin 08 Apr 2024, 18:13 WIB
Ilustrasi mengendalikan rasa marah.

AYOJAKARTA.COM - Marah adalah emosi negatif dalam diri kita yang mendesak untuk dikeluarkan.

Melampiaskan emosi tersebut saat marah tampaknya masuk akal. Banyak orang yang berpendapat bahwa mengungkapkan kemarahan dapat membantu kita memadamkannya, seperti melepaskan uap dari panci bertekanan tinggi.

Dilansir dari web Science Alert, para peneliti di Ohio State University menganalisis 154 penelitian tentang kemarahan, dan hanya menemukan sedikit bukti bahwa melampiaskan amarah bisa membantu.

Baca Juga: 7 Topi Aksesoris Hari Raya Ini Bisa Menunjukkan Kepribadian Pemakainya, Kamu Suka Topi Apa?

Dalam beberapa kasus, hal ini dapat meningkatkan kemarahan.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa banyak orang juga mencoba mengusir amarah dengan aktivitas fisik, yang mungkin memberikan manfaat kesehatan tetapi mungkin tidak meringankan suasana hati saat itu.

Studi yang ditinjau mencakup total 10.189 peserta, yang mewakili berbagai usia, jenis kelamin, budaya, dan etnis. 

Baca Juga: Kenapa Kita Masih Melakukan Hal yang Salah Meski Kita Sudah Tahu bahwa Itu Salah? Simak Penjelasan Psikiater Ini

Temuan ini menunjukkan bahwa kunci untuk mengekang kemarahan adalah dengan mengurangi gairah fisiologis, baik dari kemarahan itu sendiri atau dari aktivitas fisik yang mungkin bermanfaat.

Untuk mengurangi kemarahan, lebih baik melakukan aktivitas yang menurunkan tingkat gairah. 

Para peneliti menguji aktivitas yang meningkatkan dan mengurangi gairah, mulai dari tinju, bersepeda, dan joging hingga pernapasan dalam, meditasi, dan yoga.

Mereka menemukan bahwa kegiatan yang menenangkan mengurangi kemarahan di laboratorium dan lapangan. 

Baca Juga: Mudik Lebaran 2024, Kemenhub Siapkan Sejumlah Sarana Transportasi Untuk Pemudik

Aktivitas pengurang gairah yang efektif termasuk yoga aliran lambat, perhatian penuh, relaksasi otot progresif, pernapasan diafragma, dan istirahat.

Daripada mencoba melampiaskan amarah, para peneliti merekomendasikan untuk melemahkan amarah dengan meredam amarah. 

Taktik menenangkan yang sudah terbukti meredakan stres juga dapat merampas bahan bakar fisiologis kemarahan.

Baca Juga: Tes IQ: Temukan 3 Perbedaan Gambar Pemain Rugby dalam 17 Detik!

Tinjauan tersebut menemukan bahwa sebagian besar aktivitas yang meningkatkan gairah tidak mengurangi amarah, dan beberapa malah meningkatkannya.

Olahraga bola dan aktivitas fisik lainnya yang melibatkan permainan tampaknya mengurangi gairah fisiologis, menunjukkan bahwa aktivitas fisik mungkin lebih berguna untuk mengurangi amarah jika dilakukan dengan cara yang menyenangkan.

***

Reporter Muhammad Imansyah
Editor Maria Wulan