Gaya Hidup

Sambut Lebaran 2024, Inilah Berbagai Tradisi Unik Lebaran Di Indonesia, Yuk Cari Tahu!

Oleh: Dheana Rizky Ramadhani Minggu 07 Apr 2024, 08:02 WIB
Silaturahmi atau mengunjungi rumah kerabat sudah menjadi tradisi dan ciri khas saat merayakan lebaran Idul Fitri.

AYOJAKARTA.COM - Setelah menunaikan ibadah puasa di bulan ramadan selama satu bulan, umat muslim akan merayakan hari raya Idul Fitri atau lebaran.

Lebaran disebut juga sebagai hari kemenangan adalah karena umat muslim berhasil melawan hawa nafsu, godaan dan segala keburukan selama berpuasa. 

Bicara soal hari raya Idul Fitri, Indonesia memiliki beragam tradisi unik yang dilakukan untuk menyambut hari kemenangan ini. Apalagi Indonesia kaya akan budaya sehingga setiap daerah memiliki tradisi yang berbeda-beda dalam menyambut lebaran. 

Baca Juga: Tes Ketajaman Mata: Kamu Punya Mata Setajam Elang? Gunakan Kemampuanmu Untuk Temukan Mobil Mainan Dalam Waktu 11 Detik!

Selain unik, tradisi-tradisi yang dilakukan juga memiliki makna yang mendalam. Penasaran mengganti tradisi unik lebaran di Indonesia? Berikut adalah ragam tradisi unik lebaran di Indonesia:

1. Grebek Syawal

Grebek Syawal merupakan tradisi menyambut hari raya Idul Fitri yang berasal dari Kraton Yogyakarta, tradisi ini dilakukan setiap tanggal 1 Syawal atau pada saat hari raya Idul Fitri. Hal menarik dari tradisi ini terletak pada 7 gunungan. 

Baca Juga: Apakah Kamu Sosok Yang Bahagia Atau Terorganisir? Cek Kepribadianmu Melalui Gambar Berikut Ini

7 gunungan itu terdiri dari gunungan lanang/kakung sebanyak tiga buah, gunungan wedon/estri, gunungan darat, gunungan gepak dan gunungan pawuhan masing-masing 1 buah. Seluruh gunungan itu dibawa oleh Abdi dalem dan dikawal oleh prajurit Bregodo dari Alun-alun Utara Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat menuju Masjid Gedhe Kauman, Pura Pakualaman dan Kantor Kepatihan. 

Sebelum dibawa, gunungan itu akan didoakan terlebih dahulu. Grebek Syawal merupakan wujud syukur setelah melewati bulan ramadan, bahkan tradisi ini telah dilakukan sejak abad ke-16. 

2. Perang Topat

Tradisi Perang Topat berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tradisi ini juga dikenal sebagai “Perang Ketupat “. Tradisi ini dilakukan dengan cara saling melemparkan ketupat, konon tradisi saling melemparkan ketupat ini merupakan simbol kerukunan antara umat Hindu dan umat Islam di Lombok. 

Baca Juga: Kamu Tipe Orang Yang Santai, Pemimpi Atau Romantis? Cari Tahu Kepribadianmu Lewat Tes Ini

Sebelum tradisi ini dimulai, masyarakat akan melakukan ziarah ke makam Loang Baloq di kawasan Pantai Tanjung Karang dan makam Bintaro di kawasan Pantai Bintaro. Uniknya, setelah acara ini mulai, ketupat yang telah dilemparkan akan diperebutkan karena dipercaya dapat membawa kesuburan. 

3. Ronjok Sayak

Ronjok Sayak merupakan tradisi lebaran yang berasal dari Bengkulu, secara umum arti kata “Rojok Sayak “ adalah batok kelapa. Rojok Sayak merupakan tradisi membakar batok kelapa kering yang ditumpuk setinggi satu meter. Masyarakat Bengkulu percaya bahwa api merupakan penghubung antara manusia dan leluhur. 

Baca Juga: Bantuan BPNT April 2024 Cair Lagi di Kartu KKS Bank Ini, Dipastikan Pencairan Selesai sebelum Lebaran

Oleh karena itu tradisi ini dilakukan dengan khidmat dan dibarengi dengan berdoa selama proses pembakaran batok kelapa. Biasanya tradisi ini dilakukan setiap 1 Syawal setelah sholat Isya. 

4. Festival Meriam Karbit

Festival Meriam Karbit merupakan tradisi lebaran yang berasal dari Kalimantan Barat, tradisi ini menjadi pengingat kepada masyarakat akan keberanian dan kebersihan. Festival ini dilakukan selama 3 hari berturut-turut, dimulai dari sebelum lebaran, saat lebaran dan sesudah lebaran. 

Baca Juga: 5 Tanda Seseorang Masih Memiliki Luka Trauma, Bisa Menganggap Diri Sangat Sempurna

Festival Meriam Karbit tidak hanya sebagai bentuk perayaan menyambut lebaran saja, namun festival ini memiliki nilai historis yang berkaitan dengan sejarah berdirinya kota Pontianak. 

***

Reporter Dheana Rizky Ramadhani
Editor Maria Wulan