AYOJAKARTA.COM – Trauma merupakan kondisi psikis dan kejiwaan di dalam diri seseorang yang disebabkan oleh suatu peristiwa di masa lalu dan belum terselesaikan.
Akibat trauma yang belum terselesaikan, kondisi tersebut berdampak secara serius kepada kepribadian dan karakter seseorang.
Hidup penuh keraguan, rasa takut berlebihan serta penilaian diri rendah merupakan beberapa kondisi yang sering dirasakan oleh orang trauma.
Seseorang dengan kondisi mental yang masih dipenuhi dengan trauma akan cenderung memandang segala hal dari sisi negatif.
Sehingga rasa takut akan masa lalu maupun keraguan akan masa depan, menjadikan orang yang memiliki trauma tidak bisa hadir pada momen saat ini atau nggak nyambung.
Mengingat dampaknya yang sangat besar dalam kehidupan, penting bagi setiap orang untuk bisa mengenali gejala umum seseorang dengan kondisi trauma.
Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Dibutuhkan di Industri Kreatif, Gak Cuma DKV!
Tanda pertama seseorang yang masih memiliki trauma adalah sering menolak perubahan positif di dalam hidup, karena merasa diri tidak layak.
Segala kebaikan dan hal positif dalam hidup yang dialami oleh seseorang dengan trauma, justru akan disikapi dengan kecurigaan dan ketidaknyamanan diri.
Rasa takut dan penilaian diri yang rendah membuat seseorang dengan luka trauma terkadang justru berharap hal-hal buruk terjadi.
Tanda kedua dari seseorang yang masih memiliki trauma dalam hidup adalah takut dengan kegagalan, sehingga lebih memilih hidup di zona nyaman atau bahkan perfeksionis.
Tanda selanjutnya dari seseorang yang masih dalam kondisi trauma adalah merasa susah untuk meminta bantuan orang lain.
Rasa takut bercerita atau membuka diri akibat trauma hadir karena adanya kekhawatiran dianggap lemah atau tidak berguna.
Tanda keempat dari seseorang yang masih hidup dalam trauma adalah sering menyakiti diri sendiri dan orang-orang terdekat.
Saat menghadapi suatu persoalan, orang dengan kondisi luka trauma akan cenderung memilih untuk menyelesaikan persoalan tanpa meminta bantuan.
Melukai diri, kesulitan mengendalikan emosi, serta melukai orang sekitar juga dapat menjadi gejala masih adanya trauma dalam diri seseorang.
Tanda kelima dari orang yang masih memiliki trauma adalah memiliki gejala psikologis tertentu yang tidak diketahui penyebabnya.
Perasaan cemas dan kuatir yang terus berkelanjutan, menjadikan seseorang dengan kondisi trauma sering hidup dalam mode survival atau bertahan sepanjang waktu.
Kondisi psikis yang tidak nyaman akan membuat seseorang dengan kondisi luka trauma mengalami lebih banyak persoalan.
Karena itu, salah satu cara untuk bisa menghidupkan jiwa yang selama ini mati suri adalah dengan mulai bersikap terbuka, jujur tentang kondisi diri.

Share this article
Seseorang dengan kondisi mental yang masih dipenuhi dengan trauma akan cenderung memandang segala hal dari sisi negatif.