Gaya Hidup

Konsumsi Makanan Bersantan saat Sahur Sebabkan GERD dan Gangguan Pencernaan, Mitos atau Fakta? Ini Penjelasannya

Oleh: Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp Kamis 04 Apr 2024, 04:00 WIB
Ilustrasi Makanan Bersantan

AYOJAKARTA.COM - Sahur menjadi rutinitas yang selalu dilakukan saat menjalankan puasa Ramadhan.

Sahur menjadi salah satu porsi penting dalam menjalankan puasa Ramadhan karena bisa mengisi energi dengan makanan bergizi.

Bagi orang yang berpuasa, sahur menjadi salah satu momen yang sebaiknya dilakukan karena sangat penting untuk mengisi energi sehingga tetap fit saat berpuasa.

Dengan sahur, tubuh akan terisi makanan dan minuman sebagai energi selama seharian berpuasa.

Baca Juga: Tes Psikologi Petarung Tunggal atau Pemain Tim, Kamu Jantung Pertempuran Atau Sniper Kesepian, Jawab 5 Pertanyaan Berikut

Jika tak makan sahur, maka tubuh akan kehilangan energi, cenderung lemas dan tidak bertenaga berakibat pada aktivitas jadi kurang lancar.

Untuk itu, kita tak boleh melewatkan sahur.

Namun, bukan berarti kita boleh makan sahur sembarangan ya.

Menu sahur harus diperhatikan, salah satu menu yang sebaiknya dihindari adalah makanan bersantan.

Baca Juga: Ilmu Psikologi: 7 Kelemahan Orang Pemilik Golongan Darah AB, Suka Mengkritik Orang Lain dan Temperamen?

Makanan bersantan adalah makanan yang menggunakan santan kelapa sebagai bahan utama dalam proses memasak.

Sebagai informasi, santan kelapa adalah cairan kental yang diekstrak dari daging kelapa yang diparut.

Makanan bersantan bukan hanya terkenal di Indonesia melainkan menjadi santapan favorit warga negara asing misalnya Malaysia dan Thailand.

Masyarakat Indonesia sering kali mengolah santan menjadi bahan pelengkap dan campuran masakan lezat seperti opor dan sayur lodeh.

Baca Juga: Positive Thinking vs Toxic Positivity, Apa Itu?

Meskipun makanan bersantan lezat dan sangat menggugah selera tetapi tidak dianjurkan untuk dikonsumsi saat sahur. Mengapa demikian?

Dikutip AyoJakarta.com dari siloamhospital.com pada Rabu (3/4/2024), santan termasuk sumber makanan yang mengandung lemak jenuh.

Jika mengonsumsi santan berlebihan dalam jangka waktu lama, bisa meningkatkan risiko jantung dan obesitas.

Selain itu, makanan bersantan juga cenderung memiliki kadar kalori tinggi karena kandungan lemaknya.

Baca Juga: Golongan Darah Dapat Mengungkap Kepribadian Yang Sesungguhnya Ada Dalam Dirimu: Punya Kamu A, AB, AB dan O?

Hal inilah yang menyebabkan berat badan bertambah.

Selain itu, bagi yang memiliki riwayat GERD jika mengonsumsi makanan bersantan saat sahur juga berpotensi mengalami gangguan pencernaan.

Oleh karena itu, jika memiliki kondisi perut yang lebih sensitif terhadap lemak, sebaiknya menghindari makanan bersantan saat sahur.***

Reporter Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp
Editor Fathul Amanah