Gaya Hidup

Gula Darah Rendah? Ini Kebiasaan yang Bisa Cegah Penurunan Gula Darah saat Puasa

Oleh: Nuriyah Nofasari Rabu 27 Mar 2024, 02:00 WIB
Ilustrasi. Dalam menjalankan ibadah puasa, perlu hati-hati dengan kondisi penurunan gula darah atau hipoglikemia.

AYOJAKARTA.COM — Berpuasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Muslim, di mana menahan diri dari makan dan minum selama lebih dari 12 jam, mulai dari adzan Subuh hingga berbuka saat adzan Maghrib.

Namun, dalam menjalankan ibadah ini, perlu hati-hati dengan kondisi penurunan gula darah atau hipoglikemia.

Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Kata Dokter pada Selasa, 26 Maret 2024, berikut arti dari hipoglikemia dan kebiasaan yang bisa mencegahnya.

Baca Juga: Bukan hanya Menahan Lapar, Berikut Keutamaan Menahan Nafsu saat Puasa

Apa itu Hipoglikemia?

Hipoglikemia adalah kondisi di mana kadar gula darah dalam tubuh rendah, yaitu di bawah 70 miligram per desiliter. Kondisi ini rentan terjadi pada penderita diabetes saat berpuasa, tetapi juga bisa dialami oleh orang-orang yang sehat.

Gejalanya dapat berupa kelemahan fisik, lapar berlebihan, tremor, mengantuk, dan kesemutan. Bahkan, pada kasus yang lebih parah, penderitanya bisa mengalami pingsan atau kehilangan kesadaran.

Baca Juga: Deretan Negara dengan Waktu Puasa Paling Lama: Pria Muslim Satu-satunya Ini Harus Berpuasa Selama 21 Jam!

Penyebab Hipoglikemia saat Puasa

Meskipun tubuh tidak mendapatkan asupan glukosa langsung dari makanan selama berpuasa, tubuh dapat membuat glukosa sendiri dari cadangan lemak dan protein.

Oleh karena itu, bukan berpuasa yang menyebabkan penurunan gula darah, melainkan kebiasaan atau pola makan yang tidak tepat.

Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Waktu Berbuka Puasa Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 26 Maret 2024

Kebiasaan yang Mencegah Hipoglikemia

1. Porsi yang Tepat saat Berbuka

Hindari kelebihan makan, terutama konsumsi karbohidrat dan gula berlebihan. Mulailah berbuka puasa dengan air putih dan buah-buahan manis untuk mengembalikan kadar gula darah secara perlahan.

2. Makanan Berat setelah Tarawih

Konsumsi makanan berat yang mengandung protein dan lemak sehat, serta serat dari sayur-sayuran, setelah melakukan ibadah tarawih. Porsi yang ideal akan membantu menjaga keseimbangan gula darah.

3. Pilihan Makanan saat Sahur

Pilihlah makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, seperti pisang, nasi merah, atau oatmeal. Hindari makan-makan besar yang bisa membuat tubuh rentan lemas dan pusing saat berpuasa.

4. Cukupi Asupan Cairan

Pastikan untuk minum dua gelas air putih saat sahur dan memperhatikan asupan cairan selama hari puasa. Hindari kelebihan minum, karena dapat menyebabkan overhidrasi yang juga berdampak buruk pada kesehatan.***

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Tedi Rukmana