AYOJAKARTA.COM — Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi merupakan sebuah ibadah yang melatih diri dan penyucian jiwa.
Manusia adalah satu-satunya makhluk yang melakukan ibadah puasa dengan kesadaran dan ketulusan.
Karena itu, Allah SWT secara langsung akan memberikan pahala kepada orang-orang yang berpuasa.
Dikutip dari laman NU Online, Allah SWT berfirman, "Semua amal ibadah manusia adalah untuknya kecuali puasa, karena puasa hanya untuk-Ku (Allah), dan Aku-lah yang akan langsung membalasnya. Ia meninggalkan makan dan minumnya semata untuk-Ku." (HR Al-Bukhari dan Ahmad)
Salah satu hikmah dari ibadah puasa adalah menahan hawa nafsu. Orang yang berpuasa sejatinya sedang melatih jiwa dan mengekang hawa nafsunya agar terhindar dari perbuatan maksiat.
Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa di antara kamu telah mampu berkeluarga hendaknya ia kawin, karena ia dapat menundukkan pandangan dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu hendaknya berpuasa, sebab ia dapat mengendalikanmu." (Muttafaq 'Alaih)
Syekh Izzuddin bin Abdissalam menyatakan bahwa rasa lapar dan haus dapat mengalahkan syahwat yang dapat menjerumuskan seseorang ke dalam kemaksiatan.
Nafsu atau syahwat merupakan pintu masuknya setan, dan bahan bakar utamanya adalah makanan dan minuman.
Oleh karena itu, dengan berpuasa, perut yang lapar dan haus dapat mempersempit jalan masuknya setan ke dalam diri manusia.
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa tujuan puasa adalah penyucian jiwa dari hawa nafsu.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah dan Waktu Berbuka Puasa Jakarta dan Sekitarnya Hari Ini 26 Maret 2024
Manusia yang berhasil mengekang hawa nafsunya akan mendapatkan derajat yang lebih tinggi daripada para malaikat.
Al-Ghazali juga menyebutkan bahwa rasa lapar dapat membuat pikiran fokus dan hati menjadi lebih tenang.
Dengan demikian, puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi merupakan sebuah ibadah yang memiliki peran penting dalam pengendalian diri dan penyucian jiwa.
Dengan berpuasa, seorang hamba akan dituntun oleh keimanannya, bukan dikendalikan oleh hawa nafsunya.***

Share this article
Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi merupakan sebuah ibadah yang melatih diri dan penyucian jiwa.