AYOJAKARTA.COM -- GERD atau asam lambung dan maag menjadi salah satu penyakit dikhawatirkan kambuh saat berpuasa di bulan Ramadhan.
Selain karena perut kosong sepanjang hari, pemicu penyakit-penyakit tersebut bisa juga kambuh karena makanan yang kita santap saat sahur.
Oleh karena itu, pada artikel ini akan dibahas mengenai makanan yang baik dikonsumsi saat sahur bagi pengidap GERD, asam lambung, dan maag.
Baca Juga: Menu Sahur: 4 Buah Terbaik untuk Mengawali Puasa, Murah Bisa Beli di Warung
GERD (gastroesophageal reflux disease) asam lambung disebabkan oleh melemahnya katup atau sfingter yang terletak di kerongkongan bagian bawah.
Normalnya, sfingter akan terbuka untuk memungkinkan makanan dan minuman masuk menuju lambung dan dicerna.
Sementara maag adalah suatu gejala penyakit yang membuat penderitanya akan merasa sakit di bagian lambung.
Pemicu GERD, asam lambung, dan maag bisa terjadi lewat makanan yang kita konsumsi seperti susu, makanan pedas, gorengan, kopi, hingga rokok.
Baca Juga: Ide Menu Sahur Anti Ribet Cuma 1 Bahan Pas untuk Anak Kos, Sat-set 5 Menit Telur Tumis Langsung Jadi
Pada bulan Ramadhan, umat Islam menjalankan ibadah puasa yang mengharuskan menahan makan dan minum dari terbitnya fajar hingga tenggelamnya fajar.
Oleh karena itu, menu sahur menjadi makan terakhir kita sebelum harus menahan lapar dan haus hingga maghrib dan entunya harus diperhatikan.
Apalagi pengidap penyakit GERD, asam lambung, dan maag rentan kambuh karena harus menjalankan ibadah puasa.
Baca Juga: Ternyata Ini 5 Manfaat Mengkonsumsi Kurma saat Sahur bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Anjuran
Ada bebeberapa makan yang baik untuk dikonsumi saat sahur bagi pengidap GERD, asam lambung, dan maag.
Menurut Dr. dr. Hans Tandra, Sp-PD-KEMD, Ph.D, seorang Health Motivator seperti dikuti dari YouTube Good Talk TV pada, Kamis 21 Maret 2024, ada beberapa makan yang baik untuk dikonsumsi bagi pengidap GERD, asam lambung, dan maag.
Makanan-makanan tersebut juga direkomendasikan untuk disantap pada saat sahur agar tidak kambuh di siang hari.
Dr. Hans mengatakan bahwa jika gejala GERD sudah sampai mual dan muntah, sebaiknya mengkonsumsi makanan yang lunak.
Baca Juga: Konsumsi 7 Buah dengan Kadar Air Tinggi Ini saat Sahur Agar Puasa Tidak Cepat Haus
"Kalau sampai mual dan muntah, jangan kasih (makanan) yang keras-keras. Yang kita pikirkan, makanan itu harus lunak," kata Dr. Hans.
Menurutnya, pengidap GERD lebih baik mengurangi makanan berserat tinggi untuk mengobati peradangan.
"Kurangi (makanan yang mengandung) serat-serat dulu, karena penting untuk mengobati radang," ujar Dr. Hans.
"Serat memang penting untuk gula, lemak, gemuk. Tapi pikirkan makanan lunak dulu untuk lambung," lanjutnya.
Baca Juga: Rekomendasi 3 Menu Sahur untuk Anak Kos yang Murah dan Simple, Lengkap dengan Cara Pembuatan
Dr. Hans menyarankan untuk memakan bubur bagi pengidap GERD agar tidak kambuh.
"Jadi (makanan) yang paling bagus itu, bubur," tegasnya.
Meski demikian, bubur yang dikonsumsi tidak boleh dicampur oleh berbagai macam bahan untuk mengurangi serat.
Selain bubur, Dr. Hans menyarankan untuk memakan nasi putih. Jangan nasi jagung, nasi merah, atau nasi lain.
Baca Juga: Hati-Hati! 5 Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Saat Sahur, Hindari agar Ibadah Tetap Lancar
Terakhir Dr. Hans menyarankan untuk mengkonsumsi roti. Namun, roti yang dimaksud adalah roti gandum tawar, bukan roti yang sudah dijadikan Sandwich atau lain-lain.
"Rotinya roti gandum. Jangan dikasih macam-macam (seperti) minyak, keju, dan daging. Yang halus-halus saja untuk menetralisir lambung," jelasnya.***