AYOJAKARTA.COM - Sejalan dengan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental, istilah Gaslighting menjadi sangat dikenal luas oleh masyarakat.
Secara sederhana Gaslighting diartikan sebagai bentuk perilaku manipulasi secara psikologis sehingga korban meragukan kewarasan rasionalitas dan kemampuan bernalarnya.
Gaslighting biasa dilakukan oleh seseorang dengan menggunakan kerapuhan batin atau luka emosional pribadinya untuk membuat korbannya, para orang tulus merasa bersalah.
Baca Juga: 10 Lowongan Kerja Full WFH Gaji Rp1 Juta hingga Rp4,8 Juta per Bulan Loh! Tertarik?
Keinginan untuk bisa mengendalikan orang terdekat dan orang di sekitar menjadi alasan perilaku gaslighting perlu terus dilawan.
Sebab seorang yang menjadi korban perilaku manipulasi ini akan mengalami keraguan realitas pribadinya, hingga terkadang mengganggu kewarasannya.
Agar terhindar dari perilaku para pelaku gaslighting, mari kenali beberapa tanda ini:
1. Kecenderungan Menyikapi Perasaan Orang Lain
Tanda pertama dari seorang pelaku gaslighting adalah memiliki kecenderungan menyikapi perasaan orang lain dengan enteng.
2. Sering Lakukan Penyangkalan
Selanjutnya, seorang gaslighter akan menyangkal apapun yang membuat segala tindakannya menjadi jelas.
Meski bukti kesalahan sudah terpampang, seorang Gaslighter atau pelaku gaslight akan tetap menyangkal dengan berbagai cara demi memaksa orang lain hidup dalam realitas palsu mereka.
3. Topeng Kesedihan
Tanda ketiga dari seorang pelaku gaslighting adalah menggunakan topeng kesedihan atau belas kasihan yang menyesatkan.
Memanfaatkan rasa empati atau kasih sayang serta ketulusan orang lain atau korban, merupakan inti perilaku para Gaslight demi tujuan pribadi.
Baca Juga: Ini 5 Rekomendasi Film untuk Melawan Depresi, Cocok Bagi Kamu yang Sedang Terpuruk
4. Omongan dan Tindakan Berbeda
Tanda selanjutnya dari seorang pelaku gaslighting adalah tidak adanya kesesuaian antara kata-kata dengan tindakan.
Gaslighter bisa dengan mudah mengatakan ingin pergi ke sanggar senam atau menghadiri acara zumba, meski faktanya berkencan dengan orang diluar pasangan resminya.
Setiap korban gaslighting tentu akan kesulitan mencari hubungan antara kata-kata manis dengan perilaku dan tindakan pahit dari pelakunya.
5. Menerima Tuduhan
Tanda kelima dari perilaku gaslighting adalah menerima proyeksi sangkaan atau dituduh atas perbuatan yang dilakukan oleh mereka.
Salah satu kemampuan standar yang dimiliki seorang gaslighter adalah memproyeksikan kesalahannya kepada orang lain untuk menuntut tanggung jawab dari korban.
Jika seorang gaslighter menuduh bahwa korbannya berselingkuh dan sudah memiliki anak dari hubungan gelap tersebut, hal itu bisa berarti sebaliknya.
Permainan licik yang mengaburkan antara fakta dengan fitnah membuat korban gaslighting terombang-ambing dalam kebingungan.
6. Tidak Konsisten
Tanda keenam dari perilaku gaslighting adalah tidak adanya konsistensi dalam mencapai suatu tujuan atau selalu berubah-ubah pendirian.
Salah satu tujuan dari sikap tidak konsisten tersebut adalah untuk memastikan bahwa korban selalu berada dalam kendalinya. ***