AYOJAKARTA.COM - Memiliki tubuh yang sehat, tentu menjadi dambaan semua orang. Apalagi saat ini telah masuk Bulan Ramadhan. Puasa menjadi ibadah yang diwajibkan.
Meskipun ada keringanan tidak berpuasa bagi mereka yang sakit, tidak sedikit dari kaum muslim yang tetap memilih berpuasa.
Apalagi jika sakitnya termasuk ringan. Seperti flu atau yang lain.
Selama Ramadan pola makan dan minum akan berubah. Waktu yang leluasa untuk minum obat juga berubah.
Dari 24 jam menjadi 10,5 jam saja. Lalu, bagaimana cara minum obat agar efek terapi tetap optimal?
Berikut caranya seperti dikutip Ayojakarta.com dari Instagram @rsudmerahputih, Selasa 12 Maret 2024.
Baca Juga: 5 Cara Manipulasi Pikiran Agar Kamu Gak Malas Lagi
1. Bagaimana Jadwal Obat yang Diminum?
- Aturan 1X1 : Obat yang diminum satu kali sehari. Bisa saat sahur atau berbuka.
- Aturan 2X1 : Obat diminum dua kali sehari. Diminum saat sahur dan buka.
- Aturan 3X1 : Diminum saat buka puasa (18.00 WIB), menjelang tengah malam (23.00 WIB) dan saat sahur (04.00 WIB).
- Aturan 4X1 : Diminum pukul 18.00 WIB, pukul 22.00 WIB, pukul 01.00 WIB dan 04.00 WIB.
Alternatif lainnya, obat diganti dengan jenis lain yang memiliki khasiat sama namun memiliki kerja panjang.
2. Bagaimana dengan Penggunaan Obat Sebelum dan Sesudah Makan?
Sebelum makan : Obat diminum sekitar 30 menit sebelum makan sahur atau malam/makan besar.
Sesudah makan : Obat diminum saat kondisi lambung berisi makanan, sekitar 5 - 10 menit setelah makan besar.
3. Tidak semua obat membatalkan puasa
Yaitu obat dalam bentuk yang tidak diminum melalui mulut dan masuk saluran cerna
Baca Juga: Tes Kepribadian: Ungkap Karaktermu Lewat Gambar Ilusi Optik Ini, Apa yang Pertama Kali Kamu Lihat?
- Obat yang diserap melalui kulit, seperti salep, krim dan plester
- Obat yang diselipkan di bawah lidah, seperti isosorbide dan nitrogliserin
- Obat yang disuntikkan, baik melalui kulit, otot, sendi dan vena. Kecuali pemberian makanan, vitamin, suplemen melalui intravena
- Obat tetes mata, hidup dan telinga
- Obat kumur, sejah tidak tertelan
- Obat asma berbentuk inhaler
- Pembelian gas oksigen dan anastesi
- Obat yang digunakan melalui rektal, seperti suppositoria
4. Penggunaan obat penyakit kronis saat puasa
Jika sakit yang dirasa cukup berat dan ingin tetap puasa. Sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.
Baca Juga: Apakah Boleh Olahraga Saat Puasa? Simak Informasinya Disini
Apakah boleh berpuasa atau tidak.
Jika memungkinkan untuk berpuasa, mintalah kepada dokter untuk meresepkan obat yang hanya digunakan 1-2x sehari. Jangan lupa tanyakan pada apoteker cara penggunaannya.
***