AYOJAKARTA.COM -- Salah satu wujud ketakutan terbesar yang dimiliki oleh hampir setiap manusia adalah pengalaman tidak menyenangkan atau trauma.
Adanya persinggungan atau benturan energi seseorang pada aspek emosional serta tubuh materi, akan berdampak pada lahirnya trauma.
Karena itu, betapa pun sulitnya sebuah endapan energi yang timbul akibat kejadian trauma melekat pada jiwa dan emosi seseorang, tetap harus berusaha disembuhkan.
Setiap bentuk peristiwa yang membawa dampak trauma tidak ubahnya dengan bom waktu dan dapat menjadi penghambat terbesar perjalanan rasa dan jiwa.
Agar proses perjalanan setiap individu bisa mencapai pada tujuan penciptaan, perlu lebih mengenali dampak dari trauma yang belum disembuhkan.
Dengan mengetahui dampak tersebut, maka setiap individu akan memiliki harapan dan kesempatan untuk kembali menjadi netral atau jernih dan mulai bercahaya.
Dampak pertama dari sebuah peristiwa trauma yang belum disembuhkan adalah menjadi pribadi dengan rasa atau harga diri rendah.
Selanjutnya, seseorang yang belum sembuh dari peristiwa trauma juga akan lebih menoleransi perilaku kasar atau tindak kekerasan.
Selain itu, dampak ketiga dari seseorang yang masih belum sembuh dari trauma adalah menjadi pribadi yang bergantung pada validasi eksternal.
Ucapan dan pendapat orang lain menjadi lebih berarti bila dibandingkan dengan pendapat Hati Nurani, sehingga dampak trauma belum sembuh adalah sulit membuat batasan diri.
Orang yang belum tuntas dengan pengalaman trauma di masa lalunya juga akan menjadi pribadi dengan rasa kecemasan berlebih sehingga tidak hadir di momen saat ini.
Dampak berikutnya dari seseorang yang masih belum tuntas dengan trauma adalah mengalami kesulitan untuk bisa percaya pada orang lain.
Meski tidak mudah percaya dengan orang lain, namun orang dengan luka trauma yang belum sembuh justru bersikap dan takut untuk ditinggalkan.
Menjadi hal tidak mengejutkan apabila seorang yang belum sembuh dari trauma sering mengorbankan diri atau mengabaikan kebutuhan diri sendiri.
Baca Juga: Tes Psikologi: Gambarkan Emosi yang Ada di Gambar dan Bongkar Trauma Masa Lalumu
Adanya perasaan atau anggapan sebagai Pahlawan akan menyebabkan seorang dengan kondisi trauma belum sembuh bersedia dan berkeinginan untuk melukai diri sendiri.
Tidak adanya rasa cinta dan penghargaan terhadap diri sendiri, membuat hubungannya dengan diri sendiri menjadi rusak dan ikut berdampak ke orang-orang terdekat.
Karena itu, sangat penting bagi siapapun yang masih memiliki atau menyimpan kenangan akan peristiwa trauma untuk mulai menghimpun keberanian dan mencari bantuan.***