AYOJAKARTA.COM – Apakah kamu sebelumnya pernah mendengar istilah neurodivergen?
Jika belum, ada baiknya kamu membaca artikel ini sampai selesai, agar kamu mengetahui apa yang dimaksud dengan neurodivergen.
Neurodivergen sendiri bukanlah istilah medis. Namun, istilah ini digunakan untuk menjelaskan kejiwaan seseorang selain kata normal dan abnormal.
Hal ini penting karena tidak ada definisi tunggal untuk cara kerja otak manusia.
Istilah “neurodivergen” menggambarkan orang-orang yang memiliki perbedaan otak yang mempengaruhi cara kerja otak mereka.
Artinya, mereka ini memiliki kekuatan dan tantangan yang berbeda dari orang-orang yang otaknya tidak memiliki perbedaan tersebut.
Perbedaan ini bisa jadi karena gangguan medis, ketidakmampuan belajar, dan kondisi lainnya.
Namun, orang-orang neurodivergen ini memiliki kekuatan seperti ingatan yang lebih baik, mampu memproyeksikan objek 3 dimensi secara mental dengan mudah, mampu menyelesaikan soal matematika yang rumit di kepala mereka, dan lain sebagainya.
Kebalikan dari neurodivergen adalah neurotipikal. Hal itu artinya kekuatan dan tantangan mereka tidak terpengaruh oleh perbedaan apapun yang mengubah cara kerja otak mereka.
Asal usul istilah neurodivergen
Istilah neurodivergen memiliki arti “keanekaragaman saraf”. Istilah ini dibuat oleh sosilog Australia, Judy Singer, pada tahun 1998.
Istilah tersebut digunakan untuk mengakui bahwa otak setiap orang berkembang dengan cara yang unik.
Baca Juga: 7 Tanda Wanita yang Punya Gangguan Kepribadian Narsistik, Salah Satunya Mudah Cemburu
Seperti sidik jari seseorang, maka otak juga tidak memiliki padanan yang sama persis. Karena itulah, tidak ada definisi “kemampuan normal” untuk otak manusia.
Bagi sebagian besar dunia medis modern, mendefinisikan apa yang normal sangatlah penting.
Pada banyak kasus, seorang ahli medis akan bertanya apakah ini normal. Hal ini tergantung pada jawabannya, seseorang dikatakan sakit atau sehat berdasarkan gejala yang mereka alam, atau hal-hal yang tidak dapat mereka lakukan.
Berikut dua contoh situasi ini sebagai perbandingan:
- Orang 1: Seorang anak berusia 12 tahun dengan gangguan spektrum autisme (ASD) yang berjuang dalam situasi sosial. Masalah utama terkait ASD pada anak ini adalah masalah sosial, minat yang sangat tinggi dalam menggambar dan sangat bergantung pada rutinitas sehari-hari. Anak ini secara alami lebih baik dalam menggambar tanpa mengambil kelas atau mengumpulkan pengalaman.
Baca Juga: Rekomendasi Kegiatan Seru yang Bisa Dilakukan Sambil Menunggu Waktu Berbuka, Cobain Yuk!
- Orang 2: Orang dewasa neurotipikal berusia 40 tahun. Orang dewasa ini belajar menggambar pada usia 17 tahun, dan bakat mereka membutuhkan kerja keras dan waktu untuk berkembang. Mereka sangat sosial dan mudah berteman.
Tidak akan ada yang menganggap orang dewasa tidak normal atau cacat karena mereka tidak bisa melukis sebaik anak-anak.
Menggambarkan anak sebagai neurodivergen mengakui bahwa mereka memiliki kemampuan berbeda.
Neurodiversitas wajar bagi orang dewasa dan anak untuk berkembang secara berbeda dan memiliki kemampuan dan perjuangan mereka sendiri.
Apakah neurodivergen adalah disabilitas?
Beberapa orang neurodivergen berjuang karena sistem atau proses yang tidak memberi mereka kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.
Contohnya adalah sebagai berikut:
Contoh 1
Baca Juga: Bacaan dan Jawaban Bilal Sholat Tarawih 20 Rakaat di Bulan Ramadhan Lengkap Arab dan Latin
Banyak orang yang neurodivergen kesulitan dalam situasi sosial, yang dapat menyulitkan mereka untuk mendapatkan pekerjaan karena mereka kesulitan saat wawancara kerja.
Namun, mereka masih bisa mendapatkan pekerjaan jika proses perekrutan menekankan pada kemampuan mereka, seperti menyaring calon karyawan dengan tes keterampilan.
Setelah bekerja, perhatian mereka terhadap detail berarti mereka adalah seorang akuntan atau pencatat yang luar biasa karena mereka dapat dengan mudah memproses data yang mungkin dianggap membosankan oleh orang lain.
Contoh 2
Beberapa orang yang neurodivergen kesulitan dalam lingkungan atau situasi yang bising.
Itu berarti kantor yang sibuk dapat terasa sangat membebani mereka.
Baca Juga: Bacaan dan Jawaban Bilal Sholat Tarawih 20 Rakaat di Bulan Ramadhan Lengkap Arab dan Latin
Namun, sepasang headphone peredam bising dapat memberikan ketenangan yang mereka butuhkan untuk membuat mereka menjadi orang yang paling produktif dalam tim karena salah satu kekuatan mereka adalah kemampuan untuk fokus pada pekerjaan mereka secara intens.
Pada kedua contoh ini, akomodasi membantu orang tersebut mengatasi kesulitan mereka.
Bagi penyandang disabilitas, akomodasi adalah cara untuk menerima bahwa mereka berbeda atau memiliki tantangan, dan kemudian memberi mereka alat atau cara untuk berhasil.
Bagi orang yang neurodivergen pada contoh di atas, akomodasinya adalah proses perekrutan dan headphone.
Akomodasi untuk penyandang disabilitas bukanlah ide baru. Beberapa contoh diantaranya adalah:
- Cacat fisik: Jalur landai dan pintu masuk dengan pintu otomatis bagi mereka yang menggunakan kursi roda.
- Disabilitas sensorik: Penyeberangan dengan nada keras bagi mereka yang memiliki masalah penglihatan untuk memberi tahu mereka bahwa menyeberang jalan itu aman.
Baca Juga: 3 Kelemahan Wanita Menurut Psikologi yang Membuat Mudah Ditaklukkan
Mengapa istilah neurodivergen digunakan?
Beberapa orang menentang gagasan neurodiversitas sebagai sesuatu yang berkaitan dengan perbedaan, bukannya kekurangan.
Banyak orang yang mengambil sikap tersebut mengatakan bahwa mereka menentangnya karena beberapa orang yang neurodivergen memiliki kondisi medis yang sebenarnya yang membutuhkan perawatan.
Contohnya adalah seseorang yang menderita disleksia. Orang dengan kondisi tersebut kesulitan membaca karena otak mereka tidak memproses bahasa tertulis seperti otak orang yang tiadk mengalami disleksia.
Baca Juga: Mencoba Menjalin Hubungan? Berikut Cara PDKT yang Cepat dan Tepat
Namun, orang dengan otak disleksia, biasanya memiliki kemampuan lebih baik dalam memproses atau membayangkan objek 3D secara mental.
Hal ini membuat mereka lebih cepat mengidentifikasi ilusi optik dan mereka memiliki bakat alami untuk pekerjaan seperti desain grafis dan seni, teknik, dan lainnya.
Kemungkinan penyebab dan gejala neurodivergen
Sekali lagi, neurodivergen bukanlah istilah, kondisi, atau diagnosis medis. Orang yang neurodivergen memiliki perbedaan dalam cara kerja otak mereka.
Hal ini masih berlaku bahkan untuk orang-orang dengan diagnosis medis yang sama.
Artinya, orang dengan tanda dan gejala yang sangat berbeda masih dapat memiliki diagnosis yang sama.
Orang yang mengidentifikasi diri mereka sebagai neurodivergen biasanya memiliki satu atau lebih kondisi atau gangguan yang tercantum di bawah ini, yaitu:
- Gangguan spektrum autisme (ini termasuk apa yang dulunya dikenal sebagai sindrom Asperger).
- Gangguan hiperaktivitas defisit perhatian (ADHD).
Baca Juga: Tes IQ: Hanya Orang Jenius yang Bisa Memecahkan Teka-teki Matematika Ini dalam 10 Detik
- Sindrom Down.
- Diskalkulia (kesulitan dengan matematika).
- Disgrafia (kesulitan dalam menulis).
- Disleksia (kesulitan membaca).
- Dispraksia (kesulitan dengan koordinasi).
- Disabilitas intelektual.
- Kondisi kesehatan mental seperti gangguan bipolar, gangguan obsesif-kompulsif, dan lainnya.
- Sindrom Prader-Willi.
- Gangguan pemrosesan sensorik.
- Kecemasan sosial (jenis gangguan kecemasan tertentu).
- Sindrom Tourette.
- Sindrom Williams.
Bagaimanapun, tidak ada kriteria atau definisi medis tentang apa yang dimaksud neurodivergen.***