AYOJAKARTA.COM - Pernahkah kamu mendengar istilah Sociopath? Memang dari namanya memiliki kemiripan dengan psychopath namun Sociopath dan Psychopath adalah dua hal yang berbeda.
Dilansir dari Ayojakarta.com melalui laman Psychology Today, sociopath mengacu pada pola pikir perilaku dan sikap anti sosial termasuk juga manipulatif, penipu, agresif dan minimnya rasa empati terhadap orang lain.
Sementara psychopath merupakan sifat bawaan yang tidak dapat diubah. Seorang psychopath juga cenderung suka melakukan kekerasan.
Baca Juga: Tak Perlu ke Kantor Cabang, Inilah Cara Mengajukan KUR BRI 2024 Secara Online Lewat HP!
Belum diketahui secara pasti penyebab seseorang bisa menjadi sociopath, namun diduga hal ini bisa terjadi karena adanya pengalaman traumatis ketika masa kanak-kanak.
Meski dikatakan anti sosial, namun anti sosial yang dimaksud bukanlah cenderung menyendiri melainkan senang melanggar aturan ataupun melakukan sesuatu hal yang dapat merugikan orang lain tanpa merasa bersalah.
Tentunya perilaku ini dapat membawa efek yang buruk tidak hanya pada orang lain namun juga pada dirinya sendiri.
Baca Juga: Soal Penyelenggaraan Pemilu 2024, Mahfud MD Bilang Begini..
Ada beberapa ciri yang ditunjukkan oleh seorang sociopath, berikut adalah ciri-ciri seorang sociopath:
1. Ciri seorang sociopath yang pertama adalah memiliki ego yang tinggi, mereka juga pribadi dengan narsisme yang tinggi dan sering menyalahkan orang lain atas kesalahan yang ia perbuat.
2. Sering berbohong dan berperilaku manipulatif
3. Mereka cenderung minim empati. tak seperti kebanyakan orang pada umumnya, mereka hampir tidak memiliki batin yang emosional hal ini membuat mereka tidak bisa merasakan emosi dari orang lain
4. Memiliki tingkat rasa malu dan penyesalan yang rendah, oleh karena itu mereka tidak menyesali perbuatan mereka yang telah merugikan orang lain dan sering mengulangi kesalahannya.
5. Mereka cenderung mengabaikan normal sosial yang berlaku di masyarakat, mereka sering kali melanggar hukum hanya untuk bersenang-senang.
6. Mereka menjunjung tinggi hidup dengan kesenangan. Mereka hidup dengan ekstrim, mencari stimulasi dan mencari kesenangan kemanapun selama mereka bisa mendapatkannya.
***