AYOJAKARTA.COM -- Seseorang yang cakap dalam beragama, tentu mengetahui bahwa perkara utang merupakan perkara besar sehingga tidak boleh disepelekan.
Bahkan dalam sejumlah hadits shahih, Rasulullah SAW mengingatkan kepada seluruh umatnya untuk segera melunasi jika dalam keadaan berutang.
Sebab perkara utang bukan saja bisa menjadi penghapus kebaikan, tetapi juga bisa menjadi penyebab jiwa seseorang mukmin terkatung-katung di alam berikutnya.
Baca Juga: 3 Ciri-Ciri Orang yang Sebaiknya Dijauhi, Hati-Hati Mengundang Drama Kehidupan
Salah satu cara agar tidak menjadi penyebab terkatungnya jiwa seseorang, penting untuk seorang mukmin bisa bersikap menjadi pribadi yang ikhlas.
Namun sayangnya ikhlas bukanlah hal mudah untuk diupayakan serta dilakukan, terlebih ketika menyangkut persoalan utang dan keuangan.
Agar seseorang tidak merasa mengalami kesulitan setelah berbuat kebaikan karena memberi pinjaman utang, perlu mengenali ciri-ciri debitur yang cenderung ngawur.
Debitur ngawur adalah seseorang yang mendapatkan pinjaman utang, tetapi kecil kemungkinan bisa melunasi atau mengembalikan.
Baca Juga: 5 Ciri-Ciri Orang yang Risih Ngobrol dengan Kita
Berikut ini merupakan ciri atau tanda-tanda seseorang yang berani berutang atau meminjam uang, tetapi kecil kemungkinan dikembalikan.
Ciri pertama dari seseorang yang akan cenderung sukar melunasi utang adalah tidak memiliki kepastian waktu pelunasan.
Orang yang ragu untuk memberikan kepastian waktu pelunasan utang, bisa jadi karena tidak memprioritaskan sehingga tidak perlu diberikan pinjaman.
Ciri selanjutnya dari orang yang kemungkinan besar tidak akan melunasi utang adalah nilai pinjaman tidak masuk akal dengan kebutuhan.
Keberanian meminjam atau berutang tentu saja hanya dilakukan oleh orang yang cenderung dekat atau sudah dikenal.
Jika permasalahan serta kebiasaan yang diketahui bertolak belakang dengan nilai utang, hal tersebut merupakan tanda serta patut diwaspadai.
Ciri selanjutnya dari seseorang yang berutang tapi tidak dikembalikan adalah selalu beralasan, menghindar atau kabur saat ditanya.
Seseorang yang berutang sudah sepantasnya berkomitmen untuk melunasi dan mengembalikan, karena menyangkut hak orang lain.
Baca Juga: 4 Ciri-ciri Orang yang Berpotensi Jadi Psikopat, Salah Satunya Ada Padamu?
Dalam kondisi seseorang sedang berutang, komunikasi dan keterbukaan diri merupakan hal penting yang perlu dikedepankan.
Ciri selanjutnya dari orang yang patut diwaspadai ketika berurusan dengan utang-piutang adalah sering melakukan tanpa mengembalikan.
Orang yang berani menganggap remeh persoalan utang, sama artinya dengan mengabaikan dan tidak mempedulikan kehidupan di masa depan.
Ciri atau tanda kelima dari orang berutang yang kemungkinan besar tidak dilunasi atau dikembalikan adalah alasan berutang kurang relevan.
Selain perlu memastikan waktu pelunasan, seseorang yang berutang juga perlu secara jelas memberikan alasannya.
Alasan terkesan dibuat-buat dan tidak masuk akan atau cenderung mengada-ada, merupakan tanda yang patut diwaspadai sebelum memberi pinjaman atau utang.***